search tickets in here

Ketua KNPI Papua: Noken ibarat mama bagi anak Papua

Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Albert Wanimbo,
dalam sebuah konferensi pers - Jubi/Hengky Yeimo
Jayapura - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia, Albert G.Wanimbo (AGW), mengatakan noken merupakan tempat mengisi segala sesuatu karenanya noken ibarat mama dari anak-anak Papua.
“Sebab dalam noken kita bisa mengisi apa saja, misalnya bolpen, uang, buku, makanan, bahkan anak-anak bayi juga diisi dalam noken. Karenanya noken harus dilestarikan oleh setiap kita," katanya, kepada wartawan, Selasa (4/12/2018).
AGW menyampaikan selamat hari ulang tahun noken Papua yang keempat sebagai warisan budaya dunia tak benda.
"Kami juga merayakan bahwasanya kehadiran dan makna noken itu sangat penting sehingga harus dilestarikan," katanya.
Lanjut Albert, noken harus dilindungi dan dilestarikan sekaligus juga harus dibudidayakan bahan bakunya.
"Saya usulkan kepada para perajin noken untuk kembali menanam pohon satu atau dua pohon untuk melestarikan bahan baku noken sekaligus  bahan pembuatan noken itu sendiri, misalnya anggrek, kulit kayu, dan sebagainya," katanya.
Wanimbo mengatakan berkaitan dengan perlindungan dan penjualan noken, dirinya
akan menyiapkan noken sebagai souvenir untuk para tamu undangan yang akan datang mengikuti PON.
Sementara itu, penanggung-jawab perayaan enam tahun noken sebagai warisan dunia, Abraham Goo, mengatakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), kegiatan akan diselenggarakan di Lapangan Merah Biru, USTJ, Padang Bulan, Kota Jayapura.
"Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran dengan “Ayo Pakai Noken” sebagai wujud nyata menjaga warisan budaya Papua, melestarikan hutan Papua, dan mendukung mama-mama Papua dalam merajut noken," katanya.
Abraham mengatakan noken adalah tas tradisional masyarakat Papua. Bahan pembuatannya terbuat dari serat kulit kayu. Sama dengan tas pada umumnya, tas atau noken digunakan untuk membawa barang-barang kebutuhan sehari-hari atau sesuai bentuk dan fungsi masing-masing.
"Peringatan HUT noken sebagai bentuk kepedulian terhadap salah satu alat yang digunakan dalam keseharian masyarakat Papua, pencetus noken, Titus Pekei, memperjuangkan noken diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, warisan masyarakat Papua yang tidak ada di belahan bumi lainnya," katanya. (*)

Post a Comment