search tickets in here

HIV dan AIDS di Papua Sentuh Angka 38 ribu

Ilustrasi - Jubi.Dok
Jayapura - Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi momok menakutkan di Papua. Jumlah kasus HIV dan AIDS hingga 30 September 2018 menyentuh angka 38.874 penderita.
Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua, Constant Karma mengatakan, tingginya angka HIV/AIDS di Papua dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit ini. Selain itu masyarakat Papua masih enggan melakukan pemeriksaan medis sebagai salah satu langkah deteksi awal penyakit ini.
“Masyarakat masih enggan untuk melakukan pemeriksaan. Angka yang didapatkan ini ketika seseorang sudah masuk pada stadium AIDS. Ini problem karena ketika sudah masuk pada tahap AIDS maka akan susah untuk mengembalikan kondisi tubuh penderita ke kondisi prima,” katanya kepada Jubi, Kamis (22/11/2018).
Menurut Karma, HIV/AIDS bisa ditularkan melalui darah, ASI, air mani atau cairan vagina yang terinfeksi. Penularan terjadi jika ada kontak langsung dengan luka di kulit atau selaput lendir yang terbuka seperti mulut, hidung, vagina, rektum dan bukaan penis.
“HIV/AIDS  juga dapat ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman seperti oral atau anal, serta kontak antar darah dan kontak antar cairan tubuh. Berciuman dapat aman apabila kedua pasangan tidak ada luka atau sariawan, bersentuhan, berpelukan, dan berinteraksi seperti biasanya secara aman dengan orang yang memiliki HIV,” katanya.
Jubi mencoba menghimpun data soal tingginya fenomena HIV/AIDS ini. Hasilnya cukup mengejutkan. Jika dikelompokkan berdasar jenis kelamin, maka perempuan diketahui paling banyak terinveksi HIV/AIDS yakni 8.166 penderita HIV dan 12.148 penderita AIDS dengan total keseluruhan sebanyak 20.314. Sementara untuk laki-laki, penderita HIV sebanyak 6.353 dan 12.110 penderita AIDS dengan total keseluruhan sebanyak 18.46. Sementara ada 97 sampel yang tak diketahui gendernya.
Constant Karma mengimbau kepada masyarakat untuk tak ragu melakukan tes HIV/AIDS di rumah sakit terdekat. Menurutnya, mengetahui lebih dini akan sangat membantu pasien untuk menentukan langkah apa yang akan diambil.
Ia juga meminta kepada seluruh elemen masyarakat termasuk Pemerintah untuk memenuhi akses dan hak atas informasi warga Papua tentang penyakit HIV/AIDS. (*)

Post a Comment