search tickets in here

Tahun Depan, Uncen Buka Prodi Bahasa Papua

Menteri PPPA Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA
membuka Seminar Perencanaan Bahasa Daerah di Jayapura, Selasa, 16 Oktober 2018.
Jayapura - Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen) Jayapura akan membuka program studi (Prodi) Bahasa daerah dan Sastra Papua pada tahun ajaran baru 2019.
Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uncen, Nomensen Mambraku, kepada wartawan disela-sele Seminar Perencanaan Bahasa Daerah di Tanah Papua, Selasa, (16/10/2018) kemarin.

Ia mengatakan, pentingnya pelestarian bahasa daerah, dan kearifan lokal. Apalagi, pulau Papua adalah pulau dengan kekayaan dan keragaman budaya serta tradisi yang luar biasa.

Oleh karena itu, Uncen sebagai Perguruan Tinggi Negeri di Papua akan membuka Prodi khusus untuk Bahasa Daerah dan Sastra. “selama ini di Uncen sudah ada program studin Bahasa Inggris, Bahasa Daerah dan dan Sastra. Tetapi buat program studi yang khusus untuk bahasa Papua,” ujarnya.

Dikatakan, tanah Papua memiliki 395 bahasa daerah, dan kita punya kewajiban untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah. “saya akan bertemu dengan Rektor Uncen, kita harus membuka program baru untuk bahasa daerah Papua,” tuturnya.

Ia pun berharap, mulai tahun 2019, Uncen sudah bisa membuka penerimaan mahasiswa baru untuk prodi baru tersebut, dan anak-anak Papua punya minat untuk program tersebut.

Dia menegaskan, dengan dibukanya prodi bahasa daerah maka dimungkinkan munculnya hasil-hasil penelitian yang bisa menjadi rekomendasi bagi para pemerintah daerah. Yang dalam hal ini, sesuai dengan UU Nomor 24 tahun 2009 Pemda memiliki kewajiban untuk membina, mengembangkan dan melestarikan bahasa daerah.

Oleh karena itu, untuk tahap awal, pihaknya akan mencoba dengan tiga bahasa, yakni Bahasa Biak, Sentani dan bahasa Kayu Pulo (Jayapura). Karena tiga bahasa tersebut sudah dibuat dalam bentuk kamus.

“besar kemunkinan tiga bahasa ini yang akan kita dorong masuk dalam program studi bahasa daerah di kampus Uncen. Karena di Jayapua saja banyak bahasa seperti bahaya Tobati dan Nafri. Bahkan di Kota Jayapura bahasa daerah sudah masuk kurikulum sekolah,” ucapnya.

Post a Comment