Perajin Noken Disiapkan Sambut PON

3:10:00 PM
Perajin noken belajar cara pewarnaan alami – Jubi/Sindung
SEBANYAK 40 perajin noken di Kota Jayapura mendapatkan pelatihan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI yang bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua. Mereka dilatih praktisi desainer produk dan desainer fashion agar lebih siap menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto mengatakan peserta pelatihan dan pembinaan tidak hanya dari kelompok perajin noken Mama Merry yang merupakan binaan Bank Indonesia, tetapi juga dari kelompok perajin noken lainnya.
“Diharapkan hasil para perajin binaan dapat menjadi souvenir pada perhelatan PON 2020,” katanya, Selasa, 2 Oktober 2018.
Joko menjelaskan pembinaan dan pelatihan perajin noken tersebut termasuk dalam MoU (perjanjian) bersama Bank Indonesia dengan Bekraf untuk program pengembangan industri kreatif, khususnya di daerah masing-masing.
“Karena di Papua industri kreatifnya noken, maka kami gelar kegiatan pembinaan dan pelatihan ini,” ujarnya.
Asisten II Sekda Kota Jayapura, Nurjainuddin Konu, mengatakan bahwa pelatihan dan pembinaan perajin noken Papua baru langkah awal, namun bukan terakhir. Sebab menurutnya perajin noken mempunyai kesempatan yang luas untuk pangsa pasar ekonomi yang lebih besar karena kurang lebih 14 ribu atlet dan official PON berpotensi membeli noken sebagai souvenir.
“Pemerintah sangat mengapresiasi dukungan dari Bank Indonesia dan Bekraf dengan memberikan pembinaan dan pelatihan untuk meningkatkan skill perajin noken, sekaligus turunan dari noken tersebut, sehingga akan memberikan kegiatan positif dalam menangkap pasar di PON 2020,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan dan pengembangan noken tersebut tidak mengubah sedikit pun corak budaya asli Papua pada kerajinan itu.
Desainer fashion dari Bekraf, Miriam Veronica, mengatakan pelatihan tersebut untuk lebih memposisikan noken di pasar lokal maupun internasional dengan bahan-bahan yang alami, serta penggunaan pewarnaan alami bukan sintetis. Begitu pula penggunaan serat alam yang sudah ada di Papua.
Potensi pasar noken itu, kata Miriam, meski belum menembus pasar internasional, namun Bekraf akan mencoba memperkenalkan di dalam negeri pasar lokal dan mempopulerkannya di Ibukota Jakarta.
“Dengan pelatihan pengembangan noken ini ke depan bisa dilihat sebagai produk fashion dan produk interior, di mana saat ini hanya dikenal untuk tas yang beraneka jenis dan size, mungkin dikembangkan agar diterima pasar,” ujarnya.
Bekraf akan memberikan pengetahuan dan pengembangan alat pemintalan khusus untuk pemilihan serat agar lebih cepat. Diharapkan dengan alat tersebut akan lebih cepat mengerjakannya, sehingga harga akan lebih ekonomis.
“Meski saat ini belum sampai ke sana kita akan berikan juga cara pengembangannya,” ujarnya.
Iman Setiyobudi, instruktur desain produk, mengakui bahwa produk noken tidak hanya warisan milik Papua, namun sudah menjadi warisan milik dunia, sehingga perlu dilestarikan.
“Dengan adanya pembinaan ini upaya untuk melakukan masspro (produk massal), seperti desain dan pewarnaan, upaya standarisasi produk serta pemunculan produk turunan, meski tak menghilangkan unsur keaslian bahan baku,” ujarnya.
Ia member masukan kepada mama-mama perajin untuk adanya desain baru dan adanya aksesoris.
“Tak hanya bentuk noken saja, tetapi ada bentuk syal, tas belanja, tudung lampu, dan lain-lain," ujarnya.
Merry Dogopia, salah satu ketua kelompok perajin noken di Kota Jayapura, mengatakan dengan pengembangan tersebut tentunya akan menambah pengetahuan mengenai noken yang akan diharapkan bisa meraup pasar di PON 2020.
“Diharapkan dengan adanya pembaharuan skill ini bisa membuat unik noken sehingga dapat meraup pasar,” ujarnya.
Ia mengaku sangat senang jika ada bantuan lainnya seperti alat pemintalan, sehingga akan membuat kerja pembuatan noken yang sebelumnya paling cepat dua minggu bisa lebih cepat lagi.
Merry Dogopia memulai usaha noken sejak 2012. Ia bersama kelompoknya bagian yang ikut pelatihan. Peserta lainnya adalah dari kelompok perajin noken di Kota Jayapura, mulai dari Angkasa hingga batas Kota Jayapura.
Hajija, salah seorang peserta, mengatakan kelompoknya sangat optimis bisa membuka diri menciptakan produk-produk baru yang kemungkinan besar akan dijual pada acara PON 2020.
"Rencananya banyak akan dibuat untuk PON 2020, kami ingin juga ikut meramaikan," ujarnya. (*)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »