Merasa Tidak Nyaman, Pelajar dan Mahasiswa Papua Akan Gelar Aksi Damai

2:48:00 PM
Aris Yeimo Presiden IPMAPA saat diwawancarai Wartawan
Yogyakarta, 02/10/2018 - Dalam dua bulan terakhir (Agustus-September 2018), rentetan kasus kekerasan terhadap pelajar dan mahasiswa Papua di Daerah Istimewa Yogyakarta semakin marak terjad. Tidak hanya kekerasan secara fisik, intimidasi dan terrorpun semakin marak terjadi dialami. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya guna meredam situasi ini, dengan membuat laporan kepada pihak kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga melalui penandatanganan pernyataan bersama oleh pihak-pihak terkait, yang disaksikan langsung oleh pihak Pemerintah, Kepolisian maupun TNI, namun para pelaku kekerasan ini masih saja terus berulah, menebar terror dan intimidasi kepada pelajar dan mahasiswa Papua.
Untuk itu, guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi pelajar dan mahasiswa Papua dalam menimbah ilmu di Daerah Istimewah Yogyakarta, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) berencana menggelar aksi damai menuju kantor Gubernur D I Yogyakarta, guna menuntut pemerintah DIY untuk ikut turun dalam menyikapi kejadian-kejadian yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pelajar dan mahasiswa Papua di D I Yogyakarta.
"Kami akan melakukan aksi pada hari Kamis, 04 Okteber mendatang, di kantor gubernur DIY, guna menuntut kepada pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk segera menyikapi kejadian-kejadian yang mengganggu keamanan dan kenyamanan kami di DIY, sebab selama kami disini merupakan bagian dari masyarakat DIY, yang juga berhak mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas kami, seperti warga masyarakat DIY lainnya", tegas Aris Yeimo selaku Presiden IPMAPA.
Dalam pernyataannya, Arispun menyeruhkan kepada seluru ketua-ketua paguyuban se tanah Papua di DIY bersesa anggota pelajar dan mahasiswa Papua yang ada untuk dapat terlibat dalam aksi damai kali ini, "saya serukan kepada seluru ketua-ketua paguyuban untuk wajib hadir dalam aksi damai ini, guna menuntut diberikannya rasa aman dan nyaman kepada kita pelajar dan mahasiswa Papua di DIY", tegas Aris. (krb)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »