search tickets in here

Menanggapi Isu Sweeping, IPMAPA DIY Pastikan Itu Hoax

Ilustrasi (google.com)

Yogyakarta, 02/10/2018 - Menanggapi isu yang yang beredar dikalangan pelajar dan mahasiswa Papua, dan bahkan di kalangan masyarakat umum di D I Yogyakarta, terkait akan diadakannya sweeping oleh mahasiswa Papua terhadap kelompok orang pelaku pembacokan terhadap Rolando Nauw, pada tanggal 29 September lalu, Aris Yeimo selaku presiden Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (IPMAPA) DIY angkat bicara. 

Aris menegaskan bahwa semua isu yang beredar adalah bohong, "saya selaku presiden IPMAPA memastikan bahwa isu-isu yang beredar pasca pembacokan terhadap teman kami Rolando adalah isu yang tidak benar. Tidak ada renca dari kami pelajar dan mahasiswa Papua untuk melakukan sweeping kepada pihak manapun, sejak awal kejadian ini terjadi, sepenuhnya proses penyelesaian persoalan telah kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk menangkap para pelaku, dan diproses secara hokum, sehingga kami sama sekali tidak punya alasan untuk melakukan sweeping kepada kelompok manapun di DIY", tegas Aris. 

"Jika memang ada pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita atau isu-isu terkait akan dilakukannya sweeping oleh mahasiswa Papua, kami pastikan bahwa orang-orang yang menyebarkan isu tersebut adalah orang-orang yang tidak ingin melihat D I Yogyakarta aman dan damai, sehingga kami harapkan kepada pihak Kepolisian D I Yogyakarta, untuk dapat bertindak tegas memberantas para penyebar hoax tersebut", sambung Aris.

Disamping itu, Arispun menghimbau kepada seluru pelajar dan mahasiswa Papua di Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk tidak terpancing ataupun terprofokasi dengan isu-isu yang beredar. “Saya himbau kepada seluru ketua-ketua paguyuban se tanah Papua berserta seluru anggota pelajar dan mahasiswa Papua yang ada, untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang beredar, sebab dari situasi yang ada, bisa kita curigai adanya pihak ketiga yang bermain untuk menciptakan suasana tidak kondusif di DIY. Kami juga berharap kepada masyarakat D I Yogyakarta pada umumnya untuk tidak mengkonsumsi isu-isu yang beredar secara mentah-mentah, agar tidak terjadi kelahpahaman antara kita”, sambung Aris mengakhiri. [krb]


Post a Comment