search tickets in here

Diduga Ada Korban Sipil Dalam Kontak Tembak di Tingginambut

Ilustrasi - Dok. Jubi
Jayapura - Seorang pekerja Hak Asasi Manusia (HAM) dari Gereja Kingmi melaporkan tujuh orang meninggal dunia dalam baku tembak  antara tim gabungan Polri dan TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum) \dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) pimpinan Goliat Tabuni di wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Senin (1/10/2018) pagi.
"Lima orang yang tewas dalam kontak tembak tersebut diantaranya warga sipil. Terdapat dua orang anak dan ibu hamil. Sedangkan dua lainnya adalah anggota TPN/OPM," kata pekerja HAM ini melalui sambungan telepon, Sabtu (6/10/2018).
Pekerja HAM tersebut mengungkapkan laporan yang dikumpulkannya dari Tingginambut menyebutkan tujuh korban tersebut adalah mereka yang ditemukan di sekitar tempat tinggal warga. Masih ada kemungkinan korban lainnya ditemukan di hutan, karena sebagian warga berlarian ke hutan dalam kontak tembak itu.
Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam rilis persnya kepada media, awal pekan ini mengatakan, aksi baku memang terjadi di Distrik Tingginambut.
"Ketika itu, sekitar pukul 06.45 WIT tim patroli Satgas Gakkum TNI berjumlah 20 orang pimpinan Lettu Inf Angga melihat bendera Bintang Kejora di atas ketinggian, di Kampung Gubuleme, Distrik Tingginambut. Ternyata lokasi bendera merupakan markas kelompok Goliat Tabuni. Pasukannya berjumlah sekitar 50 orang bersenjata campuran,” kata Kolonel Aidi.
Menurutnya, pasukan TNI memperingatkan kelompok tersebut agar menyerah. Namun justru dibalas dengan tembakan ke arah prajurit TNI. Kontak senjata akhirnya tak terhindarkan selama sekitar 30 menit.
Katanya, kelompok Goliat Tabuni yang terdesak akhirnya melarikan diri ke balik bukit dan masuk ke hutan. Prajurit TNI kemudian menguasai markas kelompok itu. Di lokasi ditemukan satu orang anggota kelompok tersebut tewas.
"Juga ditemukan beberapa barang bukti, yakni sepucuk senjata laras panjang jenis Lee Enfield  buatan Inggris, dua kamera digital, sejumlah dokumen TPN/OPM, sepucuk pistol api revolver, puluhan butir amunisi berbagai kaliber, sepucuk senapan angin, dua handphone, rangkaian amunisi senapan otomatis, dua laptop, dan bendera Bintang Kejora," ujarnya. (*)

Post a Comment