search tickets in here

Lagi, Kini Giliran Mahasiswa Puncak di Bali Diusir Dari Kontrakan

Mahasiswa Kabupaten Puncak di Bali-jubi/dok
Jayapura – Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Puncak (IPMAP) koordinator bali, asal Kabupaten Puncak Papua, dikeluarkan rumah kontrakan yang mereka sewa. Menunggak.
Koordinator IPMAP wilayah Bali, Enis Telenggen melalui sambungan telepon Minggu ( 26/8/2018) mengatakan, masa kontrakan mereka sudah habis pada Maret 2018. Pemerintah Kabupaten Puncak, baru membayar Rp20 juta. Masih ada sisa utang sebesar Rp35 juta.
Akibatnya, pemilik kontrakan minta mereka angkat kaki pada Minggu (26/8/2018). Kini mereka “patungan” membayar sewa kost.
Tenggen mengaku terus berusaha menghubungi pemerintah Kabupaten Puncak. Namun hingga berita ini diturunkan, jawaban tak kunjung datang.
Sekretaris IPMAM Itenus Murib menambahkan jumlah mahasiswa asal Kabupaten Puncak yang studi Bali, sebanyak 26 orang. Selama ini pemerintah daerah menanggung biaya kontrakan mereka.
Adapun sewa kontrakan per tahun, senilai Rp40 juta. Lantas naik jadi Rp55 juta.
Sebelumya, kejadian serupa dialami 10 mahasiswa asal suku Mee yang tengah studi di “Kota Hujan”, Bogor. Mereka pun dipaksa angkat kaki lantaran telat bayar kontrakan. Masalah mereka terselesaikan setelah sejumlah  pejabat dan tokoh turun tangan menggalang donasi. (*) 
Sumber: http://tabloidjubi.com/

Post a Comment