Gobai: Polres Nabire Jangan Diam, Ungkap Penembak Geri Goo

7:29:00 AM
Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP)
versi kongres Biak, John NR Gobai - Jubi/Arjuna
Jayapura - Sekretaris II Dewan Adat Papua (DAP) versi kongres Biak, John NR Gobai mendesak Polres Nabire segera mengungkap siapa pelaku yang menembak Geri Goo dan Esis Auwe di Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, 6 April 2018 lalu.
Ia mengatakan, Kapolres Nabire dan jajarannya segera identifikasi pelaku penembakan Geri Goo dan Esis Auwe. Kapolres Nabire jangan hanya diam di Nabire menonton emas dan kayu. 
"Segera kapolres buat laporan ke Polda Papua dan dorong proses hukum kepada pelaku. Apakah aparat keamanan atau bukan," kata Gobai kepada Jubi, Rabu (2/5/2018).
Menurutnya, ini merupakan tanggung jawab kepolisian mengidentivikasi pelaku dan memastikan proses hukumnya. 
Selain itu, Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa juga perlu mendesak kepolisian mengungkap kasus ini, karena beberapa waktu lalu bupati setempat menyatakan tak mau ada masyarakatnya ditembak.
"Sudah hampir satu bulan kejadian itu, tapi tak ada kejelasan. Tak ada progres," ucap legislator Papua dari 14 kursi itu.
Kata Gobai, jika Kapolres Nabire dalam pekan ini tak mampu mengungkap pelaku, sebaiknya Polda Papua mengganti yang bersangkutan, karena gagal melakukan tugasnya dalam penyelidikan untuk kepentingan penyidikan. 
"Polres Nabire ini tidak bisa memberikan informasi secara transparan sejak dulu. Banyak kasus di wilayah hukumnya yang tak jelas penyelesaiannya. Ini karena polresnya sibuk dengan kegiatan tambang, kayu dan sawit. Bisa diduga lebih mencintai kekayaan alam di wilayah Meepago daripada manusia meepago," ujarnya. 
Desakan pengungkapan pelaku yang menembak Geri Goo juga disuarakan Komnas HAM perwakilan Papua. Kepala Kantor Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, pihaknya mendesak kepolisian segera mengusut kasus ini. Menyelidiki siapa pelaku, agar kejadian ini jelas.
“Kami akan berupaya meminta klarifikasi dari kapolda dan kapolres mengenai kasus ini. Karena ini kan ada korban yang kini dalam perawatan di RSUD Jayapura,” kata Frits Ramadey kepada Jubi. (*)\

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

search tickets in here