OAP Diminta Stop Saling Bunuh

Ilustrasi perang suku - Jubi/Dok.
Jayapura - Anggota Komisi I DPR Papua bidang politik, keamanan, hukum dan HAM, Emus Gwijangge mengingatkan orang asli Papua (OAP) tidak lagi berkonflik yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.
Hal ini dikatakan Emus Gwijangge terkait konflik antara warga di Kwamki Narama, Kabupaten Mimika yang hingga kini masih terjadi.
Ia mengatakan, kini jumlah OAP semakin sedikit. Mereka menjadi minoritas di tanahnya sendiri. Jika konflik-konflik antara sesama orang Papua tidak dihentikan, yang rugi adalah orang asli Papua sendiri.
"Informasi yang saya dapat, kemarin ada lagi korban dari kedua kubu yang terlibat konflik di Kwamki Narama. Saya harap pihak terkait, terutama bupati Nduga, Mimika dan Puncak bersama DPRD nya segera selesaikan masalah ini," kata Emus Gwijangge, Selasa (13/3/2018).
Menurutnya, peran tiga bupati itu dalam penyelesaian konflik Kwamki yang hampir setiap tahun terjadi sangat penting. Lantaran sejak delapan tahun ini, kedua kubu yang bertikai merupakan masyarakat dari tiga kabupaten tersebut.
Katanya, kembali pecahnya konflik antara warga di Kwamki diduga akibat kasus pembunuhan seseorang di daerah pasar lama, Sentani, Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu. Kubu korban kemudian membawa masalah ini ke Kwamki.
"Masyarakat yang bertikai ini sebenarnya masih ada hubungan keluarga. Tapi seakan ada pembiaran. Jangan anggap masalah Kwamki ini sepele," ujarnya.
Ia berharap, penjabat gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam dan berbagai pihak terkait segera mengambil langkah penyelesaian. Konflik Kwamki harus diakhiri dan tidak boleh lagi terjadi kemudian hari, karena yang rugi adalah masyarakat sendiri.
"Kapolda perlu memanggil, memerintahkan menangkap otak atau pimpinan perang dari kedua kubu. Penjabat gubernur juga segera mengundang bupati dan DPRD tiga kabupaten membicarakan langkah penyelesaian," ujarnya.
DPR Papua lanjut dia, juga siap membantu penyelesaian. Namun penyelesaiannya jangan hanya bergantung pada proses adat tapi hukum positif harus ditegakkan.
"Berbagai jenis senjata yang dipakai warga untuk saling serang juga harus disita. Selain itu, masalah Kwamki jangan dibawa ke daerah lain," katanya.
Legislator Papua lainnya dari daerah pemilihan Mimika dan sekitarnya, Mathea Mamoyao mengatakan hal yang sama.Menurutnya, semua stake holder dan pihak terkait harus duduk bersama merumuskan langkah penyelesaian konflik Kwamki Narama.
"Akar masalah di Kwamki harus dituntaskan agar ke depan tidak ada lagi konflik antara warga di wilayah itu," kata Mamoayo.
Selain itu kata dia, hukum positif harus diberlakukan karena pengalaman selama ini, denda adat tidak dapat menuntaskan masalah. Saling serang antara warga tetap terjadi. (*)

Sumber: www.tabloidjubi.com
Share:

Search This Blog

Support

Facebook