Minol dan Narkoba Jadi Faktor Penyebab Tingginya HIV-AIDS di Papua

1:00:00 AM
Ilustrasi HIV dan AIDS - IST
Jayapura - Anggota Komisi V DPR Papua bidang kesehatan, Nioluen Kotouki mengatakan, minuman beralkohol (minol) dan narkoba, jadi faktor penyebab tingginya penularan HIV-AIDS di Papua.
Ia mengatakan, minol dan narkoba merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyakit ini.
"Tidak jarang orang melakukan hubungan seks bebas karena pengaruh minol dan narkoba," kata Kotouki kepada Jubi, Selasa (19/12/2017).
Menurutnya, inilah salah satu alasannya DPR Papua mengesahkan perdasi tentang narkotika dalam sidang APBD Papua, pekan lalu, dan mengesahkan perdasi pelarangan peredaran minol di Papua, beberapa tahun lalu, meski dalam penerapannya menuai pro dan kontra dari berbagai pihak, dan belum dapat menghentikan penjualan minol di Papua.
"HIV dan AIDS ini tidak bertumbuh sendiri, tapi akibat dari berbagai hal," ujarnya.
Katanya, dalam mencegah penularan HIV dan AIDS peran keluarga sangat penting. Selain itu sosialisasi dini terhadap generasi muda yang rentan, perlu terus dilakukan secara kontinu.
"Memang tidak gampang memberantas HIV dan AIDS. Butuh dukungan berbagai pihak menekan laju penyebaran. Tidak hanya pemerintah, instansi terkait, lembaga yang bergerak di bidang HIV dan AISD, juga peran keluarga, dan paling penting, kesadaran setiap pribadi," katanya.
Sekretaris Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol mengatakan hal yang sama. Menurutnya, dalam menekan laju pertumbuhan HIV dan AIDS, ada pada individu setiap orang.
"Kalau kita semua sadar akan bahaya penyakit ini, tentu kita akan menjauhi hal-hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi HIV dan AIDS," kata Natan.
Katanya, memang tidak semua penderita HIV dan AIDS terjangkit akibat seks bebas, narkoba dan lainnya. Ada juga yang tanpa sengaja tertular, namun skalanya kecil. (*)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »