Berita

Keunikan Motif Noken Papua Mewakili Suku-Suku

Direktur Ekologi Papua Titus C. Pekey ketika berbncang bincang dengan
 pengrajin noken di Taman Imbi di kota Jayapura - Jubi/Hengk Yeimo
Jayapura - Motif Noken di Papua disebut mewakili suku-suku daerah setempat. Tercatat 250 jenis Noken di Papua dengan motif yang mengambarkan atribut adat, sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing-masing.
“Noken itu atribut adat sehingga setiap suku di Papua memunyai nama dan bentuknya masing masing,” kata Direktur Ekologi Papua, Titus Chirist Pekey, Titus kepada Jubi belum, Senin (4/12/2017).
Titus mengatakan telah mencatatkan motif Noken itu pada tanggal 5 hingga 29 February 2011, usai penelitian di tujuh wilayah adat. Menurut dia, motif itu diketahui berdasarkan  kajian dan penelusuran langsung di lima wilayah adat yaitu Lapago, di Jayawijaya, Mamata di Jayapura Sentani, Saireri di Biak dan Nabire, Meepago Enarotali dan Epouto, Domberai di Manokwari, Arfak kota Sorong Teminabuan Maibrat.
“Itu kami data sebelum didaftarkan ke Unesco,” kata Titus menjelaskan.
Hasil pendataanya dulu terdapat puluhan orang perajin noken sesuai denga motif khas dan suku masing-masing. Namun setelah Noken masuk nominasi Unesco, penrajin tas tradisional itu bertambahhingga mencapai ratusan ribu pengrajin
Termasuk di Nabire yang sebelumnya dijumpai 15 orang, namun sekarang jumlah penyulam sudah banyak. Menurut dia bertambahnya perajin noken bukan karena sekedar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga semata.
“Tetapi secara adat dan budaya Papua, motif  Noken  punya filosofi serta  simbol kehidupan masyarakat,” katanya.
Ketua Yayasan Noken Papua, Meri Dogopia mengatakan  pemerintah harus menyedian pasar los bagi mama- mama penjual sebagai sentra Noken di tanah Papua.
“Anak anak noken harus berani melakukan proteksi terhadap penjualan noken di Papua," kata Meri Dogopia.
Menurut dia, Noken merupakan hasil kreatifitas mama-mama yang kini viral dibicarakan di mana-mana. (*)

About Karoba News

Powered by Blogger.