Berita

Bawa 4 Pesawat, Militer Rusia 'Numpang' Latihan Navigasi di Papua

Militer Rusia dan TNI AU (Wilpret Siagian/detikcom)
Jayapura - Militer Rusia akan melaksanakan latihan di Biak, Papua. Mereka membawa 4 pesawat untuk 'numpang' latihan navigasi di Papua selama 5 hari.
Dua pesawat yang dibawa Rusia sudah tiba di Bandara Frans Kaisepo pada Selasa (5/12/2017). Dua pesawat itu mengangkut 81 tentara Rusia.
"Kehadiran tentara Rusia itu dalam rangka Uji Navigasi Pesawat serta Wisata di wilayah Kabupaten Biak Numfor," kata Danlanud Manuhua Biak Numfor, Kolonel Pnb Fajar Adriyanto, dalam press release, Selasa (5/12).

Fajar mengatakan personel militer Rusia itu akan berada di Biak pada 4-9 Desember 2017. "Mereka hanya akan tinggal di Biak untuk berwisata, mereka tidak akan pergi ke tempat lain," ujar Fajar.
Pesawat militer Rusia tiba di Bandara Frans Kaisepo, Biak (Wilpret Siagian/detikcom)
Selain dua pesawat angkut berat Rusia jenis Ilyushin-76 itu, akan ada dua pesawat Rusia lagi yang datang ke Biak, yaitu pesawat bomber Tupolev TU-95. Nantinya ada total 110 personel militer Rusia yang akan tiba di Biak.
Fajar menjelaskan kedatangan pesawat Rusia itu merupakan bagian dari kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan mitranya dari Rusia yang memilih Biak sebagai lokasi latihan. Penerbangan ini akan menjadi latihan pertama pesawat militer Rusia melintas di Khatulistiwa.
"Pesawat terbang langsung dari Rusia selama 12 jam, dan ini akan menjadi pertama kalinya mereka terbang di dekat Khatulistiwa. Pesawat Rusia tidak dilengkapi dengan radar, amunisi, atau kamera karena latihan navigasi hanya akan mencakup pengecekan keakuratan jarak jauh yang melayang di atas lautan," tambahnya.
Secara terpisah, Kadispen AU Marsma TNI Jemi Trisonjaya mengatakan Angkatan Udara (AU) Rusia juga akan unjuk kebolehan bermanuver di angkasa. Warga Biak juga diberi kesempatan untuk melihat pesawat militer Rusia dari jarak dekat.
Pesawat militer Rusia parkir di Bandara Frans Kaisepo, Biak
(Wilpret Siagian/detikcom)
"Di samping itu, pihak AU Rusia juga akan melaksanakan static show, dan memberikan kesempatan kepada warga Biak untuk bisa melihat dari dekat pesawat mereka mulai Rabu hingga Jumat (8/12) mendatang," kata Jemi.
Jemi berharap kerja sama di antara kedua negara bisa meningkatkan wawasan militer kedirgantaraan. Selain itu, kerja sama ini dinilai membawa nilai positif bagi pariwisata Indonesia.

"Diharapkan kegiatan kunjungan AU Rusia ini dapat meningkatkan kerja sama angkatan udara kedua negara dan mengenalkan potensi wisata di Indonesia. Di samping itu, kunjungan tersebut dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tambahan bagi personel TNI AU tentang kemampuan operasional pesawat-pesawat Rusia melalui interaksi dengan personel AU Rusia," pungkasnya. (ams/elz)

Sumber: www.detik.com

About Karoba News

Powered by Blogger.