Berita

Presiden Uncen Sebut Media Nasional Hoax

Demo Front Persatuan Rakyat di kantor DPR Papua
menuntut pemerintah tutup PT Freeport - Jubi/Mawel
Jayapura – Presiden Mahasiswa Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua, Paskalis Boma, menyebut media-media nasional yang menulis tentang konflik area Freeport antara TNI-Polri dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TNPB), sejak akhir Oktober lalu, sebagai media hoax.
“Orang Papua sudah tidak percaya dengan media nasional. Karena banyak hoax-nya,” tegasnya, dalam orasi demonstrasi Front Persatuan Rakyat (FPR) menuntut ditutupnya Freeport, di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua (DPRP), Kamis (23/11/2017).
Kata dia, sebagian informasi yang diberitakan tidak benar. Informasi tentang penyanderaan, pemerkosaan, pengungsian dibesar-besarkan, tanpa ada konfirmasi yang jelas dan berimbang dari masyarakat.
“Ada apa sebenarnya? Ini proses pembodohan yang terjadi. Pembodohan terhadap publik yang punya hak mendapatkan informasi yang benar,” katanya.
Sementara itu, Samuel Womsiwor, salah satu demonstran, mengatakan skenario penyebaran hoax itu sangat jelas. Aparat TNI-Polri sengaja membawa media-media nasional ke Timika, bukan media-media lokal.
“Mengapa Jubi atau Cepos tidak dibawa ke sana? Mengapa TVone, Kompas TV yang dibawa ke Mimika?" katanya.
Terpisah, Latifah Anum Siregar, Direktris Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP), menambahkan, media-media itulah yang telah menyandera informasi. Sebab pengakuan warga Kampung Banti, Kimbely dan Utikini, tidak ada penyanderaan yang terjadi.
"Media telah menggiring isu penyanderaan sehingga masyarakat yang sebenarnya memiliki hak ulayat di wilayah tersebut harus keluar dengan drama evakuasi," katanya, Rabu (22/11/2017) di Kantor AlDP, Jayapura. (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.