Berita

Kematian Isak Dermuye Kua, Dua Aparat Polisi Diperiksa

Ilustrasi . Tempo
Merauke – Tim dari Polres Merauke telah memeriksa dua anggota polisi yang bertugas di Pos Polisi Kimaam, pasca tewasnya Isak Dermuye Kua, 23 tahun, warga Kampung Woner, Distrik Kimaam beberapa waktu lalu.
“Setelah diketahui ada seorang warga Kimaam meninggal, saya langsung membentuk tim untuk bergerak sekaligus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Merauke, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahara Marpaung kepada sejumlah wartawan Kamis (30/11/2017).
Hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap dua anggota akan disimpulkan apakah diketahui bersalah atau tidak. Ia menjamin jika kedua anggota bersalah harus menjalani sidang disiplin.
Bahara memastikan kedua anggotanya itu tak terlibat dalam penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya Izak Dermuye Kua. Karena saat kejadian, mereka sedang menjalankan tugas di pos polisi.
“Memang anggota kami sudah berusaha menghubungi petugas medis di puskesmas, namun saat itu gelap dan informasinya dokter tak berada di tempat,” kata Bahara.
Sebelumnya, salah seorang Tokoh Masyarakat Papua Selatan, Johanes Gluba Gebze mennyatakan, kasus penganiayaan terhadap Izak hingga meninggal dunia oleh oknum anggota TNI Yalet adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia.
“Itu adalah pelanggaran HAM, karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Sehingga saya juga sangat menyesal dengan tindakan tersebut,” ujarnya. (*)

About Karoba News

Powered by Blogger.