Berita

Cuitan Dubes Inggris di Twitter, Dinilai Kondisi Riil di Papua

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik
saat bersama Gubernur Papua, Lukas Enembe - Jubi. Dok
Jayapura - Legislator Papua, Emus Gwijangge mengatakan, cuitan Duta Besar (Dubes) Inggris di twitter untuk Indonesia, Moazzam Malik mengenai sopir asli Papua merupakan kondisi riil di Papua.
Ia mengatakan, apa yang dikatakan Moazzam Malik, selama berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu, tidak satu pun orang asli Papua yang mengemudikan 12 mobil rental yang disewa pihaknya. "Memang itu realitanya. Jangankan sebagai sopir rental, dalam pemerintahan saja, kebanyakan sopir pejabat apalagi di kabupaten/kota non-Papua. Saya dukung pernyataan dubes Inggris itu, karena itu kondisi di lapangan," kata Emus, Senin (27/11/2017). 
Menurutnya, tidak perlu jauh-jauh, di DPR Papua sendiri kebanyakan non-Papua. Keberpihakan kepada orang asli Papua yang selama ini sering disebut-sebut, perlu dipertanyakan kembali, di mana keberpihakan itu. 
"Wajar dubes Inggris mempertanyakan itu. Jangankan sopir rental, penjual pinang dan sagu saja sekarang sudah banyak non-Papua. Di Bank Papua juga begitu. Namanya saja Bank Papua, tapi yang bekerja di sana, minim orang asli Papua," ujarnya.  
Katanya, kondisi seperti inilah yang selalu membuat orang asli Papua protes dan menyebabkan kecemburuan, karena semua sektor dikuasai non-Papua. 
"Dubes dari negara manapun kalau berkunjung ke Papua, jangan hanya selalu bilang dukung Papua dalam NKRI, kamu belum lihat realita di lapangan. Selama ini data tentang Papua hanya dimanipulasi. Dikatakan Papua sudah begini dan begitu, itu hanya omong kosong," katanya. 
Dikutip dari kumparan.com, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik dalam isi tweet-nya berbicara mengenai mobil yang disewa rombongannya ketika berkunjung ke Papua, belum lama ini. 
"Selama perjalanan ke Papua kami menyewa 12 mobil. Tidak ada satu pun sopirnya yang asli Papua. Apakah mereka berhak mendapatkan pekerjaan?" tulis Moazzam Malik. 
Pernyataan Malik ini menuai banyak respons dari netizen, karena dianggap ini adalah wacana yang disampaikan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Benny Wenda yang kini berkewarga negaraan Inggris. (*) 

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.