Berita

Anggota TNI Pemukul Wartawan Segera Diperiksa

Ilustrasi - tempo.co
Jayapura - Polisi Militer Kodam XVII Cenderawasih telah menahan TK, anggota TNI yang diduga memukul Ridwan Cholid Abubakar, seoarang wartawan koran Pasific Pos. Insiden pemukulan pada Minggu, (5/11/2017) sekitar pukul 22.30WIT di Kompleks Argapura Bawah, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua.
"Dia (terduga pelaku) hari ini sudah ditahan Pomdam untuk dimintai keterangan. Kami tidak akan melindungi kalau ada prajurit yang bersalah," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf M. Aidi, Senin (6/11/2017).
Aidi menyatakan, kasus pemukulan itu bukan dilakukan institusi TNI, namun oknum prajurit karena, menurut Aidi institusi Tni tidak ingin dirusak karena ulah prajurit seperti itu.
"Tidak mungkin institusi TNI memerintahkan atau membolehkan prajurit bertindak seperti itu,” kata Aidi menjelaskan.
Menurut dia, TNI punya Sapta Marga dan delapan sumpah prajurit, sehingga pelaku pemukulan itu dianggap sebagai oknum, apa lagi informasi yang ia terima pemukulan dilakukan dalam kondisi mabuk.
Tercatat TK merupakan anggota Kodim/1704 Wamena, Jayawijaya, namun ia perwakilan di Jayapura. Sebelum kasus pemukulan ini, TK baru menyelesaiakan hukuman kurang lebih tiga bulan dengan kasus yang sama.
"Dia dulu sama-sama saya bertugas di Aceh. Setelah itu dia minta pindah dari Kopasus ke sini,” kata Aidi menjelaskan.
Ia menyebutkan pada dasarnya TK baik, sedangkan kondisi yang dialami seperti sekarang karena masalah keluarga. Kapendam juga menyatakan minta maaf terhadap kejadian ini.
Sebelumnya, Ridwan Cholid Abubakar mengatakan, sebelum kejadian ia meminta tolong salah satu rekannya membeli air galon di kompleks Argapura Bawah.
Ketika ia sedang menunggu rekannya membeli galon di depan sebuah gereja di Kompleks Argapura Bawah, oknum TK yang diduga dalam keadaan mabuk memberhentikan sepeda motornya.
“Dia pegang tangan saya dan dia bilang saya pengguna narkoba,” kata Ridwan.
Meski dijelaskan bahwa dirinya bukan pengguna narkoba, namun TK terus menuduh bahkan memukul beberapa kali.
"Saya langsung ke Polres Jayapura Kota untuk membuat laporan, juga ke POM  XVII Cenderawasih,” katanya. (*)

About Karoba News

Powered by Blogger.