Berita

Puluhan Warga Samenage Meninggal Karena Krisis Pelayanan Kesehatan

Anak-anak yang menunggu di depan Pustu Samenage yang tertutup-Jubi/Ist
Wamena – Terhitung sejak Mei hingga Agustus 2017, terdapat 48 warga masyarakat di Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo meninggal akibat tidak mendapat pelayanan kesehatan. Kosongnya petugas medis menjadi penyebab utama warga tidak terlayani.
“Ini kelalaian negara terhadap masyarakat dalam bidang pelayanan kesehatan yang terjadi di Samenage sejak Mei hingga Agustus 2017,”  kata Pastor Jhon Djonga, yang melakukan pelayanan di Samenage, kepada wartawan di Wamena, Sabtu (23/9/2017).
Ia menilai kondisi hanya memalukan, tapi merugikan masyarakat Papua, karena layanan kesehatan merupakan tanggungjawab negara. Dengan begitu masyarakat bisa menggunggat negara atas kelalaiannya dalam bidang pelayanan publik yang tidak berjalan.
“Mengapa 48 orang itu meninggal, dari cerita masyarakat dan keluarga korban karena memang tidak ada petugas kesehatan selama berapa bulan,” katanya
Pastor Jhon Djonga mengaku telah melaporkan langsung ke Bupati dan kepala dinas kesehatan pada Agustus, tetapi sampai saat ini belum ada reaksi. Tidak adanya tenaga medis membuat ia memberdayakan petugas gereja  seperti  guru yang terpaksa memberikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Seorang guru relawan di Samenage, Christian juga mengaku pelayanan pendidikan dan kesehatan di daerah itu tidak berjalan baik. “Di mana obat-obatan kurang, dokter tidak bertugas dengan baik jarang di tempat,” kata Christian.
Pelayanan kesehatan selama ini dilakukan sendiri terkadang oleh mantri, atau dokter yang dikirim oleh Pastor Jhon Djonga dari Yayasan Teratai Hati Papua, begitu juga dengan bantuan obat-obatan semua dilakukan mandiri.
“Saya berharap pemerintah benar-benar memperhatikan pendidikan, karena melalui pendidikan bisa merubah pola pikir masyarakat dan bangsa, termasuk pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Christian. (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.