Berita

Penyakit Tidak Menular Masih Menjadi Ancaman di Nabire

Petugas Dinkes saat memberikan Materi Penyuluhan
di salah satu sekolah di Nabire. Jubi/Dok - Dinkes Nabire
Nabire - Penyakit Tidak Menular (PTM) saat ini masih menjadi ancaman di Kabupaten Nabire, provinsi Papua. Kondisi itu menjadikan Dinas kesehatan Kabupaten (Dinkes) Nabire terus menggelar penyuluhan kepada masyarakat setempat.
“Kami terus menggelar penyuluhan, sebab PTM sangat mengancam,” ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Frans Sayori, Selasa, (19/9/17).
Frans menyebutkan  penyuluhan terus dilakukan ke berbagai tempat seperti kampung dan sekolah. “Materi sosialisasi ancaman penyakit tak menular di antaranya pergeseran pola hidup modern kita lebih senang makanan instan dari pada makanan alami,” kata Frans, menjelaskan.
Sejumlah penyakit tak menular yang dikategorikan dalam dunia medis itu meliputi serangan jantung dan stroke, kanker, penyakit pernapasan seperti asma kronis. Menurut Frans, pemicu utama gangguan hidup dan pola makan sehingga ia menyarankan agar masyarakat merubah pola hidup modern ke alamiah.
Frans mengimbau agar masyarakat mengurangi makanan pemicu penyakit yang ia sebutkan, seperti makanan berminyak dan mengandung zat yang berbahaya.
Ancaman penyakit di bumi  Cenderawasih tak hanya menjadi keresahan  pemeirntah. Aktivis  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Papua, Soleman Itlay mengakui beragam penyakit sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Papua.
“Munculnya macam-macam penyakit baru di bumi Cenderawasih sulit membedakan satu dengan yang lain,” kata Soleman.
Ia meminta negara bertangung jawab untuk intervensi ancaman kesehatan masyarakat di ujung timur Indonesia itu. “Negara melalui pemerintahan yang dibentuknya harus mampu menjangkau lewat kebijakannya,” kata Soleman menambahkan..
Soleman berharap pemerintah tak hanya menanggulangi, tapi menghilangkan penyakitnya yang muncul dan diderita masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian PMKRI wilayah Korowai yang sama sekali belum merasakan kebijakan sektor kesehatan pemerintah. “Dalam hal ini pelayanan kesehatan dasar dan mutlak diperhatikan sekalipun,” katanya.

About Karoba News

Powered by Blogger.