Aksi

Aksi Hari Ini, Relawan LE Siap Duduki Kantor Gubernur Papua

Spanduk tuntutan Relawan LE yang di pasang
 di jalan masuk Bandara Sentani - Jubi /Engel Wally
Sentani - Ratusan massa masyarakat dari berbagai tempat di Sentani memadati lapangan Sentani dekat makam Almarhum Theys Eluay. Selasa ( 19/9/2017) pagi. Ratusan warga ini menuntut agar pihak-pihak yang diduga melakukan kriminalisasi terhadap Gubernur Papua, Lukas Enembe segera menghentikannya.
Dari pantauan di Lapangan Sentani, massa yang hadir menggunakan kendaraan roda empat ( truk dan angkot ) dan kendaraan roda dua, setelah membuat titik kumpul di pertigaan Jalan Sosial dan Pos Tujuh Sentani.  Selanjutnya mereka akan menuju Kantor Gubernur Papua, melakukan aksi dukungan terhadap Lukas Enembe.
Thinus Jikwa seorang masyarakat yang ikut aksi ini mengatakan aksi dilakukan sebagai dukungan terhadap Lukas Enembe.
"Kita minta agar pihak kepolisian tidak terlalu mengkriminalisasikan Gubernur Papua. Ini sama saja dengan pembunuhan karakter. Kita tahu Bapak Lukas mau maju gubernur, makanya dong cari-cari kesalahan," jelas Thinus di lapangan Sentani sebelum rombongan massa bergerak menuju Jayapura.
Terpisah, Kapolres Jayapura melalui Kepala satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) AKp Jerry Koagouw mengaku pihaknya menurunkan dua ratus personel untuk mengamankan jalannya aksi massa yang menggunakan Lapangan Sentani sebagai titik kumpul.
"Kita mengawasi saja jalannya aksi massa ini di Lapangan Sentani, dengan dua ratus personel gabungan dari Polres Jayapura dan juga Polsek Sentani. Massa yang turun ke Jayapura menggunakan kendaraan truk sebanyak 10 truk dan 8 kendaraan angkot, serta puluhan kendaraan roda dua," jelasnya.
Massa aksi  membawa tiga tuntutan yang akan disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Tuntutan tersebut adalah :
HENTIKAN : 1) Kriminalisasi terhadap gubernur Papua;  2) Pembunuhan karakter terhadap pemimpin Papua masa kini dan masa depan; 3) Politisasi pendidikan di Papua 
Selain tuntutan tersebut, aksi yang dimotori Relawan Lukas Enembe ini juga menyatakan masyarakat Papua siap menduduki kantor gubernur Papua selama Gubernur Papua belum ada di Tanah Papua.
“Jika seluruh tuntutan diatas ini tidak disikapi oleh kepolisian Republik Indonesia maka masyarakat Papua siap  memboikot Pilkada serentak 2018 pemilu legislatif dan pemilihan Presiden 2019,” demikian tertulis dalam lembaran pernyataan sikap yang dibagikan oleh para relawan di Lapangan Sentani.
Aksi ini sudah dimulai sejak pagi jam 07.00 WP di titik kumpul yang telah ditentukan. Massa bergerak ke Lapangan Sentani sekitar pukul 09.30 WP. (*)

About Karoba News

Powered by Blogger.