Berita

12 Saksi Diperiksa Dalam Penembakan di Paomako

Keluarga Korban almarhum Theo Cakatem, 20 tahun, saat menerima jenazah.
Theo korban meninggal insiden penembakan terhadap warga sipil di
areal Pelabuhan Paomako, Timika Papua
Mimika - sebanyak 12 saksi diperiksa dalam kasus penembakan terhadap warga sipil di areal Pelabuhan Paomako, Timika Papua. Kejadian pada Rabu 9 Agustus 2017 lalu menimbulkan korban meninggal bernama Theo Cakatem, 20 tahun dan korban luka warga lainnya.
“Kami sedang proses. Sampai hari ini (Juma’at 8/9) kami sudah periksa sekitar 12 orang,” kata petugas, Komandan Polisi Militer Mimika, Letnan Dua (Pelda) Eddy Harry, saat menerima pemegang kuasa hukum keluarga korban, Jum’at (8/9), petang kemarin.
Menurut Eddy, proses penyidikan tersebut dilakukan terhadap saksi sipil dan oknum militer oleh penyidik kepolisian resort (Polres) Mimika sejak hari Jumad 11 Agustus 2017, atau dua hari setelah kejadian penembakan.
Sejumlah saksi itu meliputi empat anggota Kepolisian, satu Anggota Babinsa Mimika, tiga  warga sipil kelompok nelayan non pribumi, Ketua RT  Pelabuhan Paomako, yang menjadi salah satu korban terluka dan seoarang warga sipil orang tua dari Theo Cakatem.
Ia menjelaskan saksi tersebut masih kurang karena masih ada dua saksi ahli yang belum diperiksa. “Mereka petugas RSUD Timika, termasuk dokter.” kata, Eddy menjelaskan.
Upaya permintaan saksi ahli dari rumah sakit itu terkait korban meninggal Theo Cakatem yang sempat disemayamkan di ruang Mayat RSUD Timika sejak Rabu 9 Agustus pada sore hingga Kamis pagi.
Eddy menyebutkan kedua saksi ahli sebagai kekuatan pelengkap yang kemudian meneruskan kelengkapan berkas tersebut kepada POMDAN Jayapura. “Selanjutnya akan diselidiki lebih lanjut. Namun, apabila kelengkapan berkas masih kurang, maka akan dikembalikan kepada POM Timika untuk dilengkapi,”katanya.
Perwakilan Perkumpulan Advokad/Pengacara HAM untuk Papua, Merci Waromi dan Evander Dekeniap mengatakan telah menerima surat kuasa untuk mendampingi kasus itu  hingga ke pengadilan.
“Surat kuasa untuk mendampingi keluarga korban atas nama Theo Cakatem, maupun warga lainnya yang menjadi korban dalam kasus ini sudah ada,” kata Merci.
Pada Jum’at kemarin tim pembela ingin ketemu  dengan Komandan POM Timika untuk konfimasi karena pelakunya anggota TNI aktif di wilayah kerja Kabupaten Mimika.
“Ada sejumlah hal yang harus kami siapkan, termasuk bertemu dengan Komandan POM Timika (Ferdinan Ramadan),” katanya
Sayangnya Merci dan tim advokad belum bisa menemui komandan POM dengan alasansedang  menerima tamu resmi dari luar Timika. WILLEM B

About Karoba News

Powered by Blogger.