Berita

Mengapa Gadis Afrika Selatan Ini Mau Berenang Melintasi Danau Jenewa Demi Papua?

Carey Evans, saat berlatih renang - IST
Jayapura - Perempuan warga negara Afrika Selatan berusia 25 tahun ini baru menyelesaikan gelar Masternya tahun 2017. Ia memang seorang perenang perairan terbuka. Bahkan, ia pernah melintasi Midmar Mile, perairan terbuka terbesar di dunia.
"Saya suka berenang. Memang hanya hobi, bukan untuk berkompetisi," jelas Carey Evans tentang hobi renangnya.
Ia mengaku belajar berenang sebelum bersekolah. Sejak saat itu ia jatuh cinta pada olahraga renang.
"Saya berenang di perairan terbuka sejak berumur 12 tahun," ungkapnya.
Lalu mengapa ia mau berenang melintasi Danau Jenewa bersama tim renang yang akan mengantarkan petisi West Papua kepada perwakilan kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa?
"Saya terlibat dalam Swim for West Papua ketika Joel (Kapten tim renang) meminta saya untuk melakukan sesuatu bagi West Papua dan berinisiatif bekerja sama dengan kampanye Free West Papua," ujar Carey.
Dengan keterlibatannya ini, ia mengaku bisa menyampaikan aspirasinya untuk rakyat West Papua. Harapannya dalam menjadi bagian dari inisiatif ini adalah bahwa sebagai sebuah tim, ia dan perenang lainnya bisa menarik perhatian dunia dan mengarahkannya pada pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di West Papua.
"Dan pada gilirannya membantu membawa kebebasan pada rakyat dan bangsa yang tertindas," kata Carey.
Tinggal di Afrika Selatan dengan iklimnya yang hangat telah memungkinkan dirinya menikmati berenang secara mandiri sejak usia sangat muda dan ia siap menghadapi tantangan untuk berenang menyeberangi Danau Jenewa.
"Semakin saya melihat dan mendengar kekejaman yang terjadi di West Papua, semakin bergairah saya untuk berenang. Saya harap ini permulaan dari sebuah perubahan besar di West Papua," harap Carey.
Pada Selasa (29/8/2017) pagi sekelompok perenang dari beberapa negara akan berenang melintasi 70 kilometer dinginnya Danau Jenewa untuk menyampaikan petisi yang ditandatangani oleh ribuan orang West Papua kepadaPBB. Mereka dipimpin oleh Joel Evans yang berkebangsaan Inggris.
Joel mengaku dia terinspirasi untuk terlibat dalam Kampanye Papua Merdeka setelah mengetahui tentang West Papua dari teman-teman di Fiji dan Papua Nugini.
"Rencananya kami akan finish pada hari Rabu malam. Lalu dilanjutkan dengan pawai pada Kamis pagi," kata Joel melalui surat elektronik kepada Jubi, Senin (28/7/2017). (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.