Berita

Kadinkes Merauke disebut "cuci tangan" dalam kasus diare

Ilustrasi Masyarakat Distrik Kimaam, Merauke - Dok. Jubi
Jayapura - Komisi V DPR Papua yang membidangi kesehatan menyebut Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Merauke, Adolf Bolang berupaya "cuci tangan" atau menutupi ketidakmampuannya dengan menyalahkan masyarakat dalam kasus diare di Distrik Kimaam yang diderita 461 warga dan menyebabkan empat bayi meninggal dunia sejak Mei hingga Juli tahun ini.
Anggota Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau mengatakan, pernyataan kadinkes yang menyebut diare merupakan penyakit tahunan di Kimaam dan diakibatkan pola hidup masyarakat yang tidak bisa menjaga kebersihan, menggambarkan ketidakmampuannya dalam melaksanakan tugas dan mengatasi masalah tersebut.
"Kalau sudah tahu itu penyakit tahunan harusnya ada upaya pencegahan. Bukan menyalahkan masyarakat dengan menyebut itu karena mereka tidak bisa hidup bersih. Ya harusnya dinas kesehatan mensosialisasikan cara hidup bersih dan sehat kepada masyarakat," kata Maria menjawab pertanyaan Jubi, Kamis (6/7/2017).
Ia berharap bupati Merauke, mengevaluasi kinerja pelaksana tugas kadinkes setempat. Pernyataannya dinilai menunjukkan ketidakmampuannya melaksanakan tugas dengan melempar kesalahan kepada masyarakat.
"Pemerintah tidak bisa cuci tangan dengan melempar kesalahan kepada masyarakat untuk menutupi ketidakmampuannya. Kalau dinkes Merauke tidak mampu, dinkes Papua turunkan tim ambil alih penanganannya," ujarnya.
Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki. Ia menyesalkan pernyataan tersebut.
"Peran pemerintah di mana? Kenapa tidak ada upaya mencegah. Selama ini mereka bikin apa? Apa gunanya mereka hadir di tengah-tengah masyarakat? Ini keliru," kata Kotouki.
Katanya, pernyataan itu tidak seharusnya disampaikan kepada publik. 
"Kalau sudah tahu itu penyakit tahunan, kenapa tidak ada upaya mencegah. Apa kerja mereka?" ucapnya. (*)

About Roy Karoba

Powered by Blogger.