Berita

Pemerintah Jangan Sampai Buat Masalah Antara Mama-Mama Papua

Mama-mama Papua sedang berdiskusi dengan Solpap
di pasar sementara, Jalan Percetakan, Kota Jayapura – Jubi/Abeth You
Jayapura – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Papua jangan sampai membuat masalah di antara mama-mama Papua yang akan menempati pasar mama-mama Papua yang baru.
Koordinator Solpap, Frengki Warer mengatakan, sesuai petunjuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Peraturan Daerah (Perda) pengelolaannya boleh dilakukan oleh Pemkot Jayapura.
“Tapi ada beberapa hal yang perlu kita selesaikan bersama antara Pemkot, mama-mama Papua dan Solpap, yaitu berkaitan dengan aturan di dalam pasar nanti. Seperti kebijakan penempatan mama-mama di dalam pasar itu harus bicarakan baik-baik supaya jangan ada konflik internal di dalam mama-mama itu sendiri” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Rabu (10/5/2017).
Hal itu dikatakan Warer menanggapi peninjauan Jokowi terhadap los pasar di lantai satu lalu menaiki lantai dua untuk melihat fasilitas pasar, serta adanya intervensi dari Kelompok Kerja (Pokja) Papua dibawah pimpinan Judith Dipodiputro.
“Data untuk mama-mama, kami sudah lengkap. Jadi, kita harus selesaikan itu baik-baik dulu. Karena, saya khawatirkan jangan sampai akan adanya konflik internal bagi mama-mama Papua nanti,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Jayapura, R.D. Siahaya mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan setelah sebelumnya dilakukan rapat bersama pokja pasar mama-mama Papua dan mama-mama pedagang baru-baru ini terkait pengalihan hak milik pasar tersebut kepada Pemerintah Kota Jayapura.
“Hal yang paling penting kita selesaikan ialah pendataan pedagang mama-mama asli Papua. Itu dulu yang utama,” kata Sekda.
Presiden Joko Widodo  mengatakan, pasar tersebut nantinya diserahkan ke Pemerintah Kota Jayapura untuk dikelola, dan peresmiannya akan dilakukan Gubernur Papua. (*)

About Roy Karoba

Powered by Blogger.