Berita

Kadepa: Polisi Perlu Beri Jaminan Kamtibmas Pada Masyarakat

Ilustrasi - ntmcpolri.info
Jayapura - Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi politik, hukum dan HAM, Laurenzus Kadepa menilai, kepolisian perlu bersuara, memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Kota Jayapura, terkait serangkaian aksi kriminal yang terjadi belakangan ini.
Ia mengatakan, akhir-akhir ini angka kriminal, terutama perampasan dengan tindak kekerasan di Kota Jayapura, khususnya, cukup mengkhawatirkan. 
"Kepolisian perlu memberikan keterangan kepada masyarakat seperti apa situasi Kamtibmas di Kota Jayapura kini. Dalam situasi ini, kepolisian harus bersuara, memberikan jaminan keamanan, agar masyarakat tidak resah," kata Kadepa ketika menghubungi Jubi akhir pekan lalu.
Menurutnya, kepolisian harus menjelaskan ke publik langkah-langkah antisipasi apa yang dilakukan, mengenai bagaimana strategi meminimalisir kasus kriminal.
"Korban-korban ini tidak hanya orang asli Papua, tapi juga non Papua. Kalau perlu polisi lakukan patroli rutin. Di daerah-daerah yang dianggap rawan. Jangan nanti ada kejadian, baru ada tindakan," ujarnya.
Ia menduga, aksi kriminal ini juga tak lepas dari minuman keras (miras). Padahal Perdasus pelarangan miras telah disahkan DPR Papua bersama eksekutif. Kepala daerah se Papua bersama kepolisian dan kejaksaan, telah menandatangani MoU pelarangan miras tahun lalu.
"Tinggal bagaimana pihak lain mendukung itu. Menerapkan pemberlakukan pelarangan peredaran miras. Kami DPRP sudah berupaya menekan penjualan miras, begitu juga Pemprov Papua. Tinggal pihak lain yang ada di daerah melaksanakan itu," katanya.
Terpisah, salah satu warga Kota Jayapura, Robi Auri menyatakan, beberapa kasus kriminal di wilayah Kota Jayapura belakangan ini, tentu membuat warga was-was ketika akan keluar rumah. Apalagi ketika melewati daerah yang dianggap rawan.
"Harusnya polisi patroli rutin di daerah-daerah rawan. Misalnya di jalan alternatif, Buper, wilayah jalan baru, dan beberapa titik lainnya," kata Robi.
Menurutnya, di jalan alternatif memang ada pos polisi dan pos TNI. Namun sama saja jika tidak dilakukan patroli, para pelaku kejahatan tetap bisa melancarkan aksinya di titik yang tidak terpantau dari pos keamanan itu. (*) 

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.