Berita

Ini Kata Korban yang Ditikam TNI di Paniai

Salah satu korban yang ditikam anggota TNI
saat mendapat perawatan di RS Madi, 1/5/2017. (IST - SP)
Paniai — Senin, 1 Mei 2017, di Uwibutu, Paniai, terjadi penikaman hebat terhadap dua warga sipil Papua oleh Aparat TNI 753 Paniai.
Penikaman tersebut dialami Yus Degei dan Piet Degei. Yus Degei mengalami luka sobek di dagu sebelah kiri dan untuk Piet Degei, di pinggung tulang belakang sebanyak tiga kali.
Yus Degei sebagai korban utama dalam aksi itu, ketika dikonfirmasi suarapapua.com, membenarkan kejadian tersebut yang ditimpanya. Dia mengatakan penikaman yang dialami, dilakukan secara tiba-tiba tanpa tanpa mendengar kejelasan terlebih dahulu darinya.
“Mereka (tentara) datang langsung keluarkan parang panjang dan tikam saya. Untung saya bergerak, jadi dagu yang sobek. Kalau tidak, tidak tahu apa yang terjadi, mungkin kepala saya terbelah,” kata Yus, pagi (2/5/2017) ini, di Enarotali, melalui telepon selelur.
Dia mengaku, dirinya tidak melakukan seperti yang dituduhkan pemilik kios. Dirinya ke kios untuk beli sabun.
“Karena yang jaga kios tidak ada, saya keluar dari kios itu untuk mau pindah ke kios sebelahnya, begini tiba-tiba ibu yang punya kios bilang saya curi barangnya. Padahal saya tidak curi satu barangpun yang dijual,” katanya menjelaskan.
Lanjut dia, “Saya juga tunjukkan isi noken yang saya bawa tapi ibu itu terus menuduh saya curi. Dan langsung dia telpon tentara,” ungkapnya.
Sehingga itu membuat dia bingung dan heran. Untuk kondisinya, dia katakan, lukanya sudah diperban dan lagi minum obat. Namun akibat banyak darah yang keluar, dia mengaku, kepalanya masih pusing dan badanya sangat lemah.
“Tidak bisa berdiri dan jalan, kalau jalan kepala pusing sekali,” terang Degei.
Bersamaan, Piet Degei, korban kedua dari insiden itu, ketika dikonfirmasi, mengatakan tiga luka tikaman dibadanya sangat dalam.
“Kemarin mantri yang bersihkan luka bilang luka saya dalam. Saya sekarang pusing sekali. Mungkin itu karena darah yang keluar banyak,” kata dia.
Diakhir pembicaraan, kedua korban sama-sama mengatakan pasrah dan menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan.
Koronologis Kejadian
Yus Degei dan Piet Degei sama-sama pergi ke kios depan pertikaan jalan Uwibitu, untuk belanja rinso. Piet menunggu diluar, Yus pun masuk disalah satu kios. Karena tidak ada yang menjaga, dia keluar untuk beli di kios sebelahnya.
Saat keluar, tiba-tiba datang pemilik kios dan katakan dia mencuri barangnya. Setelah terjadi sedikit aduh mulut, pemilik kios langsung menelepon Tentara, yang berada tidak  jauh dari kiosnya.
Tidak sampai dua menit, dua anggota TNI datang di tempat tersebut. Dan tanpa mendengar penjelasan, kedua TNI itu mengelurkan parang dan langsung menikam Yus Degei dan Piet Degei secara bersamaan.
Yus Degei ditikam di dagu sebelah kiri, sedangkan Piet Degei di punggung tulang belakang sebanyak tiga kali.
Karena darah yang keluar begitu banyak, keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit Madi oleh masyarakat yang ada disekitar itu untuk dirawat. Sedangkan kedua pelaku kembali melarilan diri ke kediaman mereka.
Berita ini sekaligus koreksi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan nama korban adalah Yosia Degei. Yang  benar adalah Piet Degei. (Stevanus Yogi)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.