Berita

Dicurigai Makar, Polisi Bersitegang dengan Mahasiswa Papua di Gorontalo

Ilustrasi (doc Jawa Pos.com)

Manado - Asrama mahasiswa Papua yang berlokasi di jalan Taman Hiburan I, Kelurahan Wonggaditi, Kota Utara, Kota Gorontalo mendadak ramai Senin (1/5). 

Hal ini diduga dipicu akibat ketidaksenangan mahasiswa Papua terkait keberadaan sejumlah anggota polisi di sekitar asrama. Kehadiran polisi sendiri dikarenakan sempat mengendus akan ada kegiatan perayaan hari jadi Papua Merdeka di asrama tersebut dengan agenda menaikkan bendera Papua Merdeka. 

Dari pantauan Gorontalo Post (Jawa Pos Group), puluhan anggota polisi mengawasi sekitar asrama Papua. Namun, kehadiran polisi itu memancing reaksi dari penghuni asrama. Rupanya, mereka pun tidak senang atas kehadiran polisi. 

Mahasiswa Papua ini pun tidak memperbolehkan polisi untuk masuk ke dalam asrama Cendrawasih ini. Upaya dialog pun buntu. Bahkan, penghuni asrama pun mengancam jika polisi tetap memaksa masuk maka mereka akan membakar asrama tersebut.
 
Ketegangan dan adu mulut pun tak dapat terhindarkan. Mahasiswa ngotot meminta kepada polisi agar meninggalkan asrama Cendrawasih. Salah seorang mahasiswa Papua pun mengancam petugas dengan memegang botol yang berisi bensin untuk membakar asrama mereka. 

Ketegangan pun semakin meluas hingga membuat warga sekitar asrama pun berdatangan. Tak terkecuali juga dari pihak pemerintah daerah, masing-masing dari Kesbangpol, Camat Kota Utara, Lurah Wonggaditi, bahkan aparat Polres Gorontalo Kota dan Kodim 1304 Gorontalo pun mendatangi asrama Cendrawasih. 


Tak lama kemudian, akhirnya ketegangan mereda setelah mahasiswa Papua pun bersedia berdialog dengan pemerintah. Namun, dialog dilakukan secara tertutup. 


Usai dialog, Camat Kota Utara, Nurdin Mohamad, ketika dikonfirmasi Gorontalo Post mengakui jika pihaknya sudah mendapatkan informasi bahwa mahasiswa asal papua akan melakukan konfrontasi terkait hari jadi Papua Merdeka. Namun, kata Nurdin, pihaknya tidak langsung mempercayai informasi tersebut dan langsung mendatangi asrama Cendrawasih dan melakukan pendekatan persuasif. 

"Kita lakukan pencerahan dengan sentuhan hati, bahwasanya kita mesyarakat Gorontalo juga melindungi mereka. Dan Alhamdulillah, pendekatan itu terterima oleh mereka. Kami hanya memberikan salah satu pemahaman ketika membuat sebuah kegiatan tolong diberitahukan kepada pihak pemerintah kecamatan dan juga kelurahan," ujarnya.

Nurdin menambahkan, terkait dengan wacana pengibaran bendera Papua Merdeka, Nurdin membantahnya. "Mereka hanya akan menggelar kegiatan yang bersifat keagamaan dan itu memang tidak bisa kita ganggu. Jadi, sepanjang kegiatan mereka tidak bertentangan dan mengikuti prosedur, itu kami tidak larang," tegas Nurdin. 

Senada Wakapolres Gorontalo Kota, Kompol Indra Dalimunthe. Menurutnya, polisi melakukan pengawasan dan pengamanan untuk mencegah kegiatan yang tidak sesuai prosedur hukum di Indonesia. "Nah kami melakukan pengawasan di asrama mahasiswa Papua dengan adanya informasi akan ada gerakan kofrontasi. Maka kami melakukan pengamanan namun dengan pendekatan secara persuasif antara pemerintah dan pihak keamanan akhirnya semuanya berjalan dengan aman dan kondusif," tandasnya.(tr-53/sad/JPG)


Sumber : www.jawapos.com

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.