Aksi

Rencana Mogok Sebulan Penuh, Freeport Ancam Pekerjanya

Aksi memperingati 50 tahun operasi Freeport 
7 April 2017 di Jayapura - Jubi/EA
Jakarta – Juru bicara Freeport McMoran, Eric Kinneberg menegaskan akan mengambil tindakan pendisiplinan terhadap rencana pemogokan karyawan PT. Freeport Indonesia. Pihaknya akan mengawasi tindakan ‘mangkir kerja’ di areal pertambangan dan akan menindak sesuai aturan yang ada di Perjanjian Kerja Bersama (PKB) perusahaan dengan Serikat Pekerja.
Ancaman tersebut dinyatakan oleh pihak Freeport McMoran, seperti dilansir RNZI Senin (24/4/2017), menanggapi tensi yang semakin meninggi antara perusahaan dan pekerja di tengah negosiasi kesepakatan yang masih berlangsung antara perusahaan tersebut dengan pemerintah Indonesia.
Tensi juga semakin meningkat oleh gelombang perumahan karyawan yang belum berhenti dilakukan oleh pihak perusahaan. Hal itu juga yang menjadi penyebab rencana pemogokan yang sudah diluncurkan oleh Serikat Pekerja  PT. FI mulai 1 Mei hingga 30 Mei mendatang.
“Karena Freeport juga masih ngeyel, akhirnya dengan ini anggota sepakat melakukan mogok kerja. Jadi per hari ini (20/4) kami melayangkan pemberitahuan mogok untuk tanggal 1 hingga satu bulan ke depan, berbarengan dengan Mayday,” ujar Tri Puspita, Anggota Tim Advokasi Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (PUK SP-KEP), kepada Jubi Kamis lalu.
Menurut pekerja, perusahaan yang sudah mengurangi pekerja sekitar 10 persen tersebut masih belum mencapai targetnya. Padahal, pengurangan sebesar itu sudah berdampak besar pada situasi ekonomi dan kesejahteraan pekerja.
“Perumahan karyawan ini masih terus berlanjut, malah yang dirumahkan ditawarkan PHK dengan cara ditelpon. Kurang lebih pekerja Freeport (yang dirumahkan) sudah 700-an, kalau sub-kontrak sudah 3000-an,” kata Tri.
Tri juga menduga ada indikasi modus perumahan karyawan ini sebagai ‘aksi balas dendam’ PT. FI terhadap para karyawan penggerak pemogokan massal pada tahun 2011 silam.
“Ada indikasi dendam 2011 yang menyasar penggerak-penggerak (demo) 2011, karena kita punya komisaris sudah kena juga, sekalian pembersihan, jadi indikasinya ke sana mereka balas dendam,” kata Tri yang juga dalam posisi ‘menuggu’ kejelasan status.
CNN Indonesia (24/4) mengutip data data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perumahan Rakyat Kabupaten Mimika, hingga pertengahan April 2017, menunjukkan total karyawan Freeport dan perusahaan subkontraktornya yang telah dirumahkan dan di-PHK sebanyak 4.647 orang.


Sementara, kebijakan merumahkan karyawan permanen Freeport berlaku untuk semua unit kerja dan level, termasuk fungsionaris Serikat Pekerja Freeport di tingkat departemen (komisariat).


"Hampir 40 persen rekan-rekan kami dari komisariat terkena kebijakan forelock. Terdapat indikasi kuat bahwa manajemen mau menghabiskan seluruh pengurus SP dengan menggunakan alasan efisiensi," ujar Tri Puspita.
Rencana pemogokan ditengah negosiasi PT. Freeport dengan pemerintah Indonesia yang semakin melunak tersebut, menurut catatan RNZI, akan mempengaruhi negosiasi untuk meneruskan produksi konsentrat perusahaan itu.
Kecaman Industri ALL
Terpisah, Vaiter Sanchez Sekretaris Jenderal Industri ALL Global Union kepada CEO PT. Freeport McMoran Richard Adkerson akhir Maret lalu mengecam keras pelanggaran ham pekerja yang dilakukan PT. FI di Grasberg TImika, Papua.
“Para pekerja tidak memiliki hak suara dalam perseteruan antara Pemerintah Indonesia dan Freeport McMoran Copper & Gold sehingga tidak seharusnya dijadikan korban,” ujar Sanchez dalam pernyataannya yang diterima redaksi Jubi belum lama ini.
Menurut dia tindakan-tindakan manajemen lokal Freeport tidak menunjukkan pertanda baik bagi iklim hubungan industrial di tambang. “PHK karyawan adalah tindakan yang sangat drastis dengan konsekuensi psikologis, sosial dan ekonomi, yang berdampak sangat serius,” tegas Sanchez.
Industri ALL menuntut agar PT. FI menghormati serikat pekerjanya sebagaimana diatur dalam hukum dan ketentuan di Indonesia.
Serikat pekerja global Industri All mewakili 50 juta pekerja di sektor manufaktur, pertambangan dan energi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.(*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.