Berita

Penderita Malaria dan ISPA Masih Tinggi di Puskesmas Dosay

Puskesmas Dosay di Kabupaten Jayapura - Jubi/Yance Wenda
Sentani - Kepala Puskesmas Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, dr. Indah Lisdiyani mengatakan, untuk empat bulan berjalan tahun ini, penderita malaria dan ISPA masih tinggi di puskesmanya.
"Malaria masih urutan ke satu dan ISPA urutan kedua, namun bukan berarti kami tidak melakukan tindakan, tapi kami lakukan tindakan agar bagaimana penderita malaria dan ISPA berkurang, salah satunya kami bagi kelambu kepada masyarakat dan anak yang baru lahir," katanya kepada Jubi, Rabu (19/4/2017).
Untuk menangani malaria, lanjutnya, perlu kerja sama masyarakat di sekitar agar tidak terkena malaria. Masyarakat harus menimbun kaleng-kaleng bekas dan sampah lainnya.
“Penyebab malaria dan ISPA karena perubahan iklim dan cuaca yang sedang terjadi sekarang," katanya.
Selain kedua penyakit, penderita lainnya adalah sakit otot sendi.
"Kami juga mendapatkan masyarakat yang sakit otot-otot yang diakibatkan kecapekan, asam urat, dan rematik, rata-rata penderita di atas 40 tahun," katanya.
Dr. Indah mengatakan, untuk mengurangi angka penderita, pihaknya tidak hanya melakukan pelayanan di Puskesmas, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ia berharap pelayanan yang di berikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Selain membagikan kelambu kepada masyarakat, kami juga melakukan sosialisasi untuk menimbun tempat yang dapat mengakibatkan nyamuk," ucapnya.
Indah ia menambahkan, untuk stokobat saat ini di Puskesmas Dosay sudah terpenuhi sesuai kebutuhan.
"Obat sudah cukup walau beberapa obat itu harus kami beli sendiri karena di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura tidak ada stok obat tersebut," ujarnya.
Seorang warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, pelayanan di Puskesmas Dosay terkadang antre lama di ruangan yang kecil. (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.