BREAKING NEWS

Monday, November 28, 2016

Solidaritas 1 Desember, Oceania Interrupted Gelar Aksi Bendera di Auckland

Aksi pertunjukan ikonik aktivis perempuan Maori dan
 Pasifik untuk West Papua yang tergabung dalam
 Oceania Interrupted – Oceania Interrupted 2014/Sangeeta Singh
Jayapura – Kolektif perempuan Maori dan Pasifik yang tergabung dalam Oceania Interrupted akan gelar aksi simbolik menggunakan bendera Bintang Kejora, lambang identitas politik dan budaya West Papua, di Auckand, Selandia Baru pada sore 1 Desember 2016 mendatang.
Mengambil lokasi di tiga ruas jalan Kota Auckland, perempuan-perempuan yang menyebut aksinya sebagai kolektif Maori Morning Star, akan gelar semacam pertunjukan dengan bendera Bintang Kejora, bendera yang dilarang dikibarkan di wilayah Papua.
Berdasarkan keterangan pers Oceania Interrupted  yang diterima redaksi Jubi, Senin (28/11/2016) mereka melakukan pertunjukan pengibaran Bintang Kejora tersebut untuk menghormati peringatan 1 Desember West Papua.
“Pertunjukan ini bertema ‘Penentuan Nasib Sendiri – Free West Papua’ dan ini yang ke-10 dari rangkaian 15 aksi Ocenia Interrupted yang sudah kami sepakati untuk dilakukan,” ujar Leilani Salesa, inisiator kelompok yang sudah melakukan aksi semacam ini sejak 1 Desember 2013.
Menurut mereka, angka 15 di dalam 15 kali pertunjukan itu dipilih sebagai perwujudan hukuman penjara 15 tahun yang dikenakan pada orang-orang yang mengibarkan Bintang Kejora. Hal ini merujuk khususnya pada pengalaman vonis penjara 15 tahun terhadap tokoh Papua Merdeka, Filep Karma, pada tahun 2004.
Leilani mengatakan1 Desember mendatang adalah aksi kolektif untuk menunjukkan solidaritas pada situasi kebebasan berekspresi dan untuk pembebasan West Papua.
“Kami kibarkan bendera Bintang Kejora karena memahami bahwa rakyat West Papua yang mengibarkan bendera ini harus berhadapan dengan hukuman penjara dan konsekuensi yang brutal. Penangkapan aksi-aksi protes damai oleh aparat Indonesia sudah dimulai. Oceania Interrupted bersolidaritas bagi rakyat West Papua dan melakukan pertunjukan ini untuk West Papua Bebas (Free West Papua),” kata dia.
Kelompok itu adalah salah satu dari sekian inisiatif solidaritas peringatan 1 Desember dengan Bintang Kejora yang dilakukan di Melbourne, Sydney, London, The Hague, dan beberapa tempat lainnya. 
Oceania Interrupted yang mendorong aksi-aksi kolektif untuk West Papua, seperti dikutip dari situs mereka, dibentuk pada 1 Desember 2013 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran atas kolonisasi Indonesia yang terjadi di Papua dan pelanggaran HAM yang mengorbankan masyarakat asli Papua.
Leilani Salesa, yang berperan besar dalam berbagai inisiatif kelompok tersebut, adalah seorang penulis, guru dan aktivis komunitas asal Samoa. Dia juga anggota West Papua Action Auckland (WPAA).
“Kami pentaskan aksi artistik ini karena kebebasan kami sebagai perempuan masyarakat asli Maori dan Pasifik di Aeotearoa/Selandia Baru sangat berkait erat denagn kebebasan saudara-saudari kami masyarakat asli West Papua. Kami menyerukan kepada rakyat Selandia Baru untuk ikut memberi perhatian, bahwa saat kita melakukan ini di sini, genosida terus terjadi,” ujarnya di peluncuran gerakan ini tiga tahun lalu.
Dalam aksi-aksinya kolektif perempuan Māori dan Pasifik ini menggunakan seni pertunjukan dan media visual untuk perluasan informasi dan pengetahuan tentang pelanggaran HAM yang terjadi di West Papua.(*)

Share this:

 
Back To Top
Copyright © 2014 K A R O B A News. Designed by OddThemes