Berita

Perampok Makassar Gasak Rp 1,3 M di Papua. Ditangkap

Perampok asal Makassar Vicky Adrian (46) dan Ari Ramadhan (38)
 saat ditangkap anggota Polres Asmat, Polda Papua, Jumat
 (18/11/2016). | FOTO - OFFICIAL LINE MAKASSAR INFO
Makasar – Duet perampok asal Makassar ini sungguh luar biasa. Selain berhasil merampok dalam jumlah miliaran, di rekeningnya juga ada uang bernilai ratusan juta. Termasuk perampok yang sukses menabung. Tak hanya itu, mereka juga memegang uang tunai bernilai ratusan juta. WOW!
Kedua perampok tajir itu masing-masing Vicky Adrian (46), warga Jalan Taman Sudiang Indah Blok J3/3, Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar dan Ari Ramadhan (38), warga Jalan Maccini Sawah, lorong 8 nomor 88 A Maccini Gusung Kota Makassar.
Hanya sayang, Vicky dan Ari keburu ketangkap polisi. Kedua ditangkap Jumat (18/11/2016) sekira pukul 23.55 Wita, setelah sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Keduanya diburu polisi dari Polda Papua setelah melakukan perampokan senilai Rp1,36 miliar di Papua.
Perampok kaya ini ditangkap aparat kepolisian yang dipimpin Kasat Intelkam Polres Asmat Ipda Supali dan Kbo Intelkam Polres Asmat Bripka Ricky Siagian bersama tim gabungan Polres Asmat dari Sat Intelkam, Sat Reskrim dan Sat Sabhara.
Adapun barang bukti yang disita di antaranya uang tunai pecahan Rp100 ribu senilai Rp105 juta, 3 (tiga) unit HP, 2 (dua ) buah buku tabungan rekening Bank Mandiri atas nama pelaku Ari Ramadhan dengan jumlah saldo Rp 4.684.086 dan buku tabungan rekening Bank BRI atas nama pelaku Ari Ramadhan dengan jumlah saldo Rp201.550.000.
Penangkapan kedua DPO perampokan tersebut bermula sekira pukul 14.13 WIT, Kapolsek Agats mendapat informasi melalui pesan WhatsApp (WA) tentang kasus perampokan di Kabupaten Merauke yang terjadi pada hari Rabu (16/11/2016) pukul 10.30 WIT. Lokasi perampokan di depan Bank Papua Jalan Raya Mandala Muli Merauke berdasarkan laporan polisi nomor LP / 529 / XI / 2016 / PAPUA / Res Merauke tanggal 16 November 2016.
Kedua pelaku diringkus di atas Speed yang digunakan saat kandas di Kali Potong Syur (kali Fambrep). Aparat kepolisian akhirnya menggiring kedua pelaku ke Mapolres Asmat guna dilakukan pemeriksaan awal, dan selanjutnya dilakukan penahanan di Mapolres Asmat.
Vicky Adrian mengaku, uang dari total hasil rampokannya dirinya mendapat bagian sebanyak Rp650 juta. Uang itu sudah dikirimkan ke rekening istrinya atas nama Siti Nureni sebanyak Rp600 juta, sisanya Rp50 juta ia kantongi.
“Kalau uang yang saya berikan kepada Ari Ramadhan sebanyak Rp550 juta, untuk biaya carteran speedboat Rp20 juta. Dan sebagian uang yang diberikan saya berikan juga sama teman bernama Ali Renwarin Rp100 juta,” beber Vicky Adrian.
Keduanya kini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan. Apalagi, pengakuannya, mereka masih memiliki bos di Jakarta. Siap bos besarnya, masih dalam penyelidikan polisi. (arjun/pojoksulsel)
Sumber : www.pojoksatu.id

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.