Berita

Pemprov Target 2017 Bangun Sekolah di Tiga Wilayah Adat

Anak sekolah di Dogiyai - Jubi/Agus Tebay
Jayapura - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di wilayahnya menargetkan tahun depan (2017), akan membangun sekolah berpola asrama di tiga wilayah adat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Elias Wonda, mengatakan pembangunan sekolah berpola asrama di lima wilayah adat sesuai dengan program Gubernur, dan target tahun depan akan dibangun di tiga wilayah adat.   
"Kami baru dapat surat lengkap itu dari Kabupaten Nabire (Meepago) dan sebagai tindak lanjut, kami sudah meminta daerah untuk urus sertifikat tanah, pasalnya surat persetujuan dari bupati sudah ada.
Sedangkan untuk daerah lain kami masih tunggu kepastian," kata Wonda, di Jayapura, Jumat (21/10/2016).
Saat ini, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan kepala dinas Merauke terkait pembangunan sekolah berpola asrama.
"Sedangkan untuk Jayawijaya kami sudah minta sertifikat tapi sampai hari ini kami belum terima. Harus ada dasar yang kami pegang dulu baru akan bangun," ujarnya.
Ia menekankan, selama ini banyak sekolah di Papua yang saat pembangunannya tanpa melakukan studi kelayakan. Pembangunan lebih dulu, lalu sertifikat tanah diurus, sehingga menimbulkan masalah.
Apalagi masalah tanah dan penyelesaiannya sangat rumit. Wonda meminta sebelum membangun sekolah, lebih dulu dilakukan studi kelayakan, soal tanah, guru, anggaran dan lain sebagainya.
"Untuk tenaga guru akan kami siapkan, dan sekolah ini dikhususkan bagi anak asli Papua karena dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus)," ujarnya.
Secara terpisah, Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen berharap semua anak-anak Papua bisa menikmati pendidikan yang sama dengan anak anak Papua yang tinggal di perkotaan.

"Pembagian dana Otsus untuk kabupaten/kota sebesar 80 persen, di dalamnya sebesar 30 persen adalah untuk pendidikan,” ujarnya. (*)

About Roy Karoba

Powered by Blogger.