Alam

Kadistrik Sentani Timur Tegaskan Hutan Sagu Harus Dilindungi

Hutan sagu di kawasan Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur,
 Jayapura, yang sudah dibongkar dan diganti dengan
 perumahan rakyat – Jubi/Engel Wally
Sentani – Kepala Distrik (Kadistrik) Sentani Timur, Steven Ohee sependapat dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura dan masyarakat adat di kawasan Kampung Harapan agar melindungi hutan sagu yang sudah dibongkar untuk kepentingan PON XX tahun 2020.
“Ini hutan sagu milik masyarakat yang dikelola dan digunakan secara bersama. Untuk kepentingan pembangunan sarana PON di sini, kami tidak melarangnya tetapi bukan di dusun sagu milik masyarakat. Sebab masih ada lahan lain yang lebih luas di daerah ini yang dapat digunakan untuk membangun,” katanya kepada Jubi ketika di temui di Sentani, Sabtu (22/10/2016).
Menurutnya kehidupan masyarakat sangat penting. Mereka hidup karena hutan sagu. Kalau ditebang dan digusur untuk kepentingan pembangunan PON, tentunya masyarakat akan kehilangan sumber kehidupannya.
“Saya sangat sependapat dengan Bapak Bupati, bahwa hutan sagu ini sudah dicanangkan sebagai wahana penunjang rendahnya emisi bagi pemanasan global saat ini. Bahkan masyarakat rutin untuk mengolah hutan mereka dengan menanm kembali setiap sagu yang ditebang untuk kepentingan hidup mereka,” katanya.
Ia melanjutkan, “kami sebagai abdi masyarakat di Distrik Sentani Timur sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Papua dapat mencari alternatif lain selain hutan sagu di daerah ini. Kita juga tidak mau di kemudian hari hutan sagu ini hanya tinggal cerita bagi anak cucu kita,” lanjutnya.
Tokoh pemuda Sentani Timur Arly Ohee mengaku telah memberikan surat pemberitahuan kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, Badan Pertanahan Provinsi dan Kabupaten, KONI dan KPU soal hasil rapat tokoh dan masyarakat adat. Dalam rapat itu disepakati agar hutan sagu ini tidak digunakan untuk kepentingan pembangunan.
“Kami minta agar tanaman ini (baca: sagu) ditanami kembali sebab hutan ini tidak kami jual,” kata Arly.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw menegaskan kawasan sagu di Kampung Harapan harus dilindungi karena sudah dicanangkan sebagai kawasan hutan sagu untuk mendukung inisiatif kelompok kerja (pokja) pembangunan rendah emisi dalam pemanasan global.
Oleh karena itu, Pemprov Papua dalam penataan tata ruang pelaksanaan PON XX harus berkoordinasi dengan Pemkab Jayapura
Hutan sagu di kawasan ini sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda) Nomor  3 Tahun 2000 sehingga harus dilindungi. (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.