Berita

Pemprov Papua Gelar Pesta Budaya Papua XIV

Salah satu tarian yang tampil di panggung taman budaya Ekspo, Waena, Kamis (08/09/2016) – Jubi/Abeth You
Jayapura – Untuk menghimpun karya-karya seni yang bermutu, memiliki ciri dan spesifikasi yang khas, unik dan berdaya tarik untuk kepentingan pengembangan seni budaya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Papua menggelar pesta budaya Papua ke XIV tahun 2016 bertempat di taman budaya Ekspo Waena, Kota Jayapura.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas P&K Papua, Yulianus Kuayo mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pergelaran dan pameran budaya tradisional dari lima wilayah adat dengan materi pargelaran pementasan tari tradisional, penampilan musik tradisional dan cerita rakyat. Sedangkan pameran yaitu pameran makanan tradisional, pameran-pameran benda budaya dan pameran obat-obat tradisional.

“Kegiatan ini sifatnya non lomba. Kami dari Provinsi Papua hanya bersifat memfasilitasi saja. Apa yang selama ini digali oleh pelaku seni di daerah (seniman dan budayawan) baik itu seni tari tradisional dalam upaya melestarikan budaya agar budaya-budaya Papua di kalangan masyarakat Papua yang tersebar di lima wilayah adat,” ujar Yulianus Kuayo kepada Jubi di Jayapura, Kamis (8/9/2016).
Dikatakan Kuayo, penggalian serta pelestarian ini untuk mengimplementasikan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagaimana tercantum dalam misi bidang kebudayaan, yaitu menggali, mengembangkan dan memantapkan budaya dan hukum positif yang ada pada masyarakat, sehingga, meningkatkan harkat, martabat dan jati diri masyarakat.

Sesuai dengan instruksi Gubernur Papua Nomor 3/Inst-Gub/2014 tentang gerakan melestarikan budaya Papua dan pangan lokal. Pesta budaya ini juga bagian dari tindak lanjut instruksi tersebut, khususnya dari dinas pendidikan dan kebudayaan Papua.

“Posisi kami di Provinsi Papua sebagai fasilitator untuk mengakomodir kabupaten/kota untuk bisa ambil bagian dalam kegiatan ini. Dukungan sepenuhnya ada di kabupaten/kota baik itu dana dan dukungan serta kesiapan lainnya,” imbuhnya.

Enam kabupaten ikut pada festival tahun ini, seperti Boven Digoel, Biak Numfor, Supiori, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Paniai.

“Ada kabupaten yang mengakomodir kegiatan ini dalam DPA SKPD sehingga mereka selalu ikut. Sedangkan kabupaten/kota dukung dananya dalam bentuk Bansos oleh pimpinan daerah sehingga teman-teman kami bidang kebudayaan di kabupaten//kota mengalami kesulitan untuk meyakinkan ke pimpinan daerah betapa penting event-event kebudayaan Papua seperti ini,” tuturnya.

Ketua Panitia Yermias Kuridama mengatakan, salah satu tujuan adalah mengetahui peta perkembangan seni pertunjukan Papua terutama kualitas dan kreativitas seniman daerah Papua dan juga sebagai media pendokumentasian potensi seni pertunjukan di tanah Papua.

“Jadi ini melestarikan kebudayaan pada setiap etnik atau suku bangsa di Papua. Sehingga membuka peluang untuk mengkaji, meningkatkan mutu dan fungsi seni yang layak dan mampu bersaing dalam era globalisasi,” katanya.

Pesta Budaya tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 September ini. Bertema ‘Lestarikan alam lingkungan jaminan kelangsungan hidup berkebudayaan orang Papua’. (*) 


Sumber : www.tabloidjubi.com

About Karoba News

Powered by Blogger.