Berita

Minim Tenaga Pengajar, Tolikara Papua Kontrak 100 Guru

Foto : Ilustrasi.(Ist)
Tolikara - Potret pendidikan di Kabupaten Tolikara Provinsi Papua masih jauh dari yang diharapkan, mengingat letak geografis Tolikara yang masih alami. Kondisi ini membuat tenaga pengajar atau guru setempat tidak betah tinggal di tempat tugas, dan lebih memilih tinggal di kota. Akibatnya pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh anak-anak di pedalaman Tolikara.
Menyadari kelemahan tersebut, Bupati Tolikara Usman Wanimbo mengambil langkah mengontrak sebanyak 100 guru untuk mengajar di semua jenjang baik tingkat sekolah dasar hingga SMA/SMK di kabupaten itu, yang sekaligus bertugas di gereja-gereja.
Usman menjelaskan, pengadaan 100 guru kontrak itu merupakan kerja sama dengan Lembaga Cerdas Indonesia untuk mengirim tenaga guru kontrak guna membantu mengajar di seluruh sekolah yang ada di daerah itu.
"Kondisi pendidikan di daerah kita masih jauh dari yang diharapkan, tenaga gurunya juga masih kurang. Hal ini diakibatkan kondisi geografis yang masih alami membuat guru-guru tidak betah tinggal di kampung, mereka memilih kembali ke kota," ujarnya.
Akibatnya, aktivitas belajar-mengajar di kampung-kampung tidak berjalan baik. Selain itu ada juga guru yang malas mengajar. Mereka hanya menerima gaji tanpa mengajar.
"Mengacu dari kondisi itu kami mengambil langkah dengan mengontrak guru dari luar Papua untuk mengajar di Tolikara," ujarnya.
Bupati berharap dengan kehadiran guru-guru kontrak ini akan menambah proses belajar mengajar yang lebih baik dari sebelumnya.
"Harapan besar kami adalah hadirnya guru-guru ini betul-betul merubah cara bertumbuh dan membentuk karakter anak-anak kami supaya mereka lebih kreatif dalam proses pendidikan. Guru kontrak ini juga diharapkan mampu mengubah sumber daya manusia di daerah ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Indonesia Cerdas Sephard Supit ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa sebanyak 100 guru yang dikontrak oleh Pemerintah Kabupaten Tolikara berasal dari beberapa provinsi yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara, guna membantu mengajar di Tolikara.
"Guru-guru ini selain mengajar juga menjadi tenaga motivator pembangunan kampung, mereka juga berfungsi di gereja-gereja sebagai guru sekolah minggu dan terlibat sepenuhnya di daerah penugasan," ujarnya.
Ia menambahkan, hingga kini Lembaga Indonesia Cerdas telah mengirim kurang lebih seribu guru kontrak yang tersebar di beberapa kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat.

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.