Berita

Masih Gelap, Nama Calon Direksi dan Komisaris Bank Papua

Kantor Pusat Bank Papua (google.com)
Jayapura - Meski telah mengumumkan jadwal Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank Papua pada 23 September 2016, tetapi nama-nama calon direksi atau calon dewan komisaris Bank Papua ternyata masih gelap.
Saat dikonfirmasi terkait nama yang diajukan, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Papua Sharly Parrangan mengaku hal tersebut sepenuhnya kewenangan dari Komite Nominasi dan Remunerasi (KNR).
"Data atau profil calon ada di KNR, Komite yang akan sampaikan di RUPS-LB untuk dibahas dan diputus, jadi tidak ada data di direksi," katanya melalui SMS (Short Message Service) kepada Jubi, Kamis (15/9/2016).
Sharly menolak jika dikatakan masih gelap siapa yang menjadi calon, sebab itu merupakan kewenangan dari Komite itu sendiri. "Gelap bagi kita direksi, tapi kan buat pemegang saham tentu tidak," lanjutnya.
Untuk agenda pembahasan, Sharly menegaskan penetapan calon direksi atau dewan komisaris yang selanjutnya diajukan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mengikuti fit dan proper test.
"Karenanya agenda hanya penetapan calon direksi dan dewan komisaris maka tidak ada persiapan khusus kecuali akomodasi ruang rapat dan penginapan peserta," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua, Misran Pasaribu melalui telepon genggamnya menegaskan, me-release nama-nama calon direksi atau dewan komisaris itu merupakan kewenangan dari pihak bank dan OJK. Dan belum ada kegiatan fit dan proper test terkait itu.
"Belum, kami belum melakukan fit dan proper test, kalau semua persyaratan telah dipenuhi segera kita lakukan," katanya.
Misran menegaskan bahwa fit dan proper test oleh OJK adalah wajib, sebab direksi bank apapun di Indonesia melalui fit dan proper test OJK.
"Lulus tidaknya seorang calon direksi diputuskan oleh OJK," katanya. (*) 

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.