Berita

Koalisi Pasifik untuk West Papua Gelar Pertemuan Perdana di Honolulu

Benny Wenda (kiri), Octovianus Mote (tengah), menyerahkan noken West Papua pada PM Kepulauan Solomon, Hon Manasseh Sogavare (kanan)/Ilustrasi – Jubidoc.
Jayapura – Pertemuan perdana Koalisi Pasifik untuk West Papua (PCWP) akan segera digelar di Honolulu, Hawai, awal September mendatang. Pertemuan yang akan dilakukan di sela-sela Kongres Konservasi Dunia International Union for Conservation of Nature (IUCN) itu akan membicarakan perluasan dukungan terhadap isu West Papua di seluruh wilayah Pasifik.
Menurut keterangan pers  Sekretariat Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Sabtu (27/8/2016), Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Hon Manasseh Sogavare, pemimpin Melanesia Spearhead Grup (MSG) dan Pacific Islands Development Forum (PIDF), yang juga inisiator PCWP, telah bertolak ke Honolulu (28/8) untuk pertemuan tersebut.
PCWP yang sudah menggelar pertemuan pendahuluan di sela-sela pertemuan PIDF ke-4 di Honiara beberapa waktu lalu, bertujuan untuk memperluas jaringan advokasi terhadap isu-isu West Papua dari ikatan blok bangsa-bangsa di MSG ke wilayah Pasifik yang lebih luas.
Hal itu dikatakan perlu untuk memperkuat dukungan yang telah diperoleh selama ini untuk membawa isu-isu mendesak West Papua ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keanggotaan Koalisi saat ini terdiri dari Kepulauan Solomon, Republik Vanuatu, Front de Libaration  Nationale Kanak et Socialiste (FLNKS) dan United Liberation Movement of West Papua (ULMWP).
“Wakil-wakil pemerintahan dari Republik Marshall Islands dan Kerajaan Tonga, yang juga hadir pada pertemuan pendahuluan itu, sudah menunjukkan dukungan kuatnya pada inisiatif ini,” demikian menurut keterangan pers tersebut.
Dikonfirmasi Selasa (30/8/2016),  Victor Yeimo, Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang termasuk dalam tim kerja dalam negeri ULMWP, membenarkan rencana pertemuan yang akan diselenggarakan pada 2 September 2016 mendatang.
Menurut dia, Octovianus Mote dan dirinya, mewakili ULWMP, akan menghadiri pertemuan perdana tersebut.
Yeimo mengatakan, pihaknya berharap rakyat West Papua ikut mendukung dalam doa dan aksi menyambut pembentukan Koalisi Pasifik untuk West Papua. “Tuhan sedang menunjukkan keberpihakan pada penderitaan orang Papua, dimana solidaritas Melanesia kini merambat ke tingkat Pasifik menuju PBB,” ujarnya.
Adriana Elizabeth, pemerhati Papua dari Pusat Penelitian Politik LIPI, melalui pesan singkatnya pada Jubi (30/8) menganggap secara politik forum itu akan dapat membangun dukungan bagi Papua yang mengalami pelanggaran HAM, baik sipil, politik maupun ekonomi dan sosial budaya.
Kongres Konservasi Dunia
Terkait Kongres Konservasi Dunia yang diselenggarakan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) di kesempatan yang sama, Adriana Elizabeth, menyatakan apresiasinya.
Isu kerusakan lingkungan di Papua patut mendapat perhatian, dan forum tersebut menurutnya sangat strategis.
“Masalah kerusakan lingkungan hidup di Tanah Papua, misalnya terkait penebangan hutan untuk lahan kelapa sawit, pembangunan jalan Trans Papua ataupun illegal logging, maka forum pertemuan itu sangat strategis untuk menyampaikan update kondisi di Papua,” ujarnya.
Di dalam skema Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi landasan kongres tersebut, Adriana melihat terdapat dua aspek yang akan berhubungan erat dengan isu Papua, yakni penghormatan pada hak-hak masyarakat adat atas tanah/lahan dan kerusakan ekosistem alam dan manusia Papua.
Kongres Konservasi Dunia tersebut bertujuan untuk mempererat dan memformulasikan kemitraan Lautan Pasifik 2030, sekaligus koalisi aksi yang dimulai tahun 2016 menuju realisasi Lautan Pasifik Berkelanjutan di 2030.
“Kemitraan tersebut dimulai dengan mengkoneksikan aksi-aksi dan aspirasi seluruh populasi yang ada di sekitar perairan Pasifik,” demikian keterangan pers PM Kepulauan Solomon.
Hal ini merupakan kelanjutan dari Persetujuan Paris 2015 lalu di forum COP21 di Paris. Bila COP21 menjadi platform tingkat nasional untuk mengurangi suhu bumi global hingga 1,5 derajat Celsius, Koalisi Perairan Pasifik akan menyatukan para pemimpin semua level di Pasifik yang memiliki kepedulian yang sama pada masa depan lingkungan planet ini.(*)


About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.