Berita

Kapolda: Penyelidikan Kasus Sugapa Akan Transparan

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw – Jubi/Doc
Jayapura – Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw menyatakan pihaknya akan transparan dalam penanganan kasus penembakan terhadap Otinus Sondegau (15 tahun) di Sugapa, Intan Jaya yang diduga dilakukan oknum Brimob, beberapa pekan lalu.
Kapolda Waterpauw mengatakan, tak akan menutup-nutupi proses penyelidikan kasus yang menyebabkan Otinus meninggal dunia akibat tertembus timah panas.
“Kami akan usut kejadian itu. Kami akan transparan dalam penanganan kasus ini. Pasca kejadian, kami langsung mengirim tim ke Sugapa. Tim dipimpin Wakapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Rudolf Albert Rodja,” kata Kapolda Waterpauw pekan lalu.
Hingga pekan lalu, tim Polda Papua telah memeriksa sebanyak 23 orang saksi. Delapan orang saksi merupakan warga sipil yang berada di sekitar lokasi ketika kejadian, 10 orang saksi adalah anggota Brimob, dan 14 lainnya merupakan anggota Polsek Sugapa. Salah satu saksi dari warga sipil yang diperiksa yakni supir rental yang ketika itu sempat meminta bantuan ke Polsek Sugapa.
“Mereka prinsipnya mengakui dan tahu serta melihat kejadian itu. Begitu juga anggota Brimob mengakui mengeluarkan tembakan peringatan di sekitar korban,” ucapnya.
Selain itu, sebelum korban dimakamkan, tim kepolisian yang turun ke lapangan meminta ijin keluarga untuk melakukan visum luar terhadap jenazah korban. Dalam penyelidikan kasus penembakan itu, tim Polda Papua tak bekerja sendiri. Mereka diback up tim dari Mabes Polri.
Polisi masih mendalami siapa yang melakukan penembakan. Tim Polda Papua telah melakukan reposisi untuk mengetahui posisi para saksi ketika kejadian, baik itu masyarakat sipil, anggota Brimob dan anggota Polsek Sugapa.
“Olah TKP juga sudah dilakukan. Mengenai penyebab korban meninggal dunia, masih didalami. Berdasarkan visum et repertum, diduga tembakan tidak lurus. Tembakan berasal dari arah punggung, masuk turun ke dada. Relefansinya dugaan tembakan tidak dari jarak dekat. Apakah dari jarak 100 meter atau lebih,” katanya. (*)

About Karoba News

Powered by Blogger.