Berita

Inilah Alasan Indonesia Menolak Tim Pencari Fakta PIF

Perdana Menteri Papua Nugini (PNG), Peter O’Neill – Jubi/Victor Mambor
Pohnpei – Indonesia merasa tidak nyaman dengan istilah ‘pencari fakta’.

Kedutaan Besar Indonesia di Suva telah mengatakan kepada Sekretariat Forum bahwa Jakarta tidak akan menyambut delegasi Forum Kepulauan Pasifik (PIF) dengan maksud mencari fakta dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia.

“Kedutaan Indonesia menegaskan mereka tidak nyaman dengan istilah ‘pencari fakta’,” kata Dame Meg Taylor, Sekretaris Jenderal PIF kepada Jubi, Rabu (7/9/2016).
Menurut Dame Meg Taylor, Indonesia tidak senang jika isu HAM dihubungkan dengan isu yang lebih luas tentang penentuan nasib sendiri yang saat ini sedang bergulir di Kaledonia Baru, Bougainville dan Guam. Wilayah-wilayah ini sedang mempersiapkan referendum atau plebisit untuk status politik mereka.

Ketua PIF saat ini, Perdana Menteri Papua New Guinea, Peter O’Neill mengatakan, dalam suratnya kepada Sekretariat PIF, awal tahun 2016 ia telah berkirim surat kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk menyampaikan pandangan para pemimpin PIF tentang dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terjadi di Papua Barat dan menyatakan keinginan PIF untuk berkonsultasi mengenai misi pencari fakta untuk membahas situasi di Papua dengan pihak-pihak yang terlibat.

“Respon yang kami terima dari Indonesia adalah mereka menyambut semacam dialog dan menghargai keinginan PIF agar Papua Barat memiliki otonomi yang lebih luas, apakah akan menjadi penentuan nasib sendiri atau tidak adalah sesuatu yang dapat dilakukan selanjutnya,” kata O’Neill dalam satu wawancara di Radio FM100’s Port Moresby, bulan Mei lalu, menjawab pertanyaan host radio tentang surat yang dikirimkannya kapad Presiden Indonesia itu. (*)

Sumber : http://tabloidjubi.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.