Berita

Angka Kematian Bayi di Sembilan Kabupaten di Papua Masih Tinggi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg Aloysius Giyai
Jayapura - Angka kematian bayi di sembilan kabupaten di Povinsi Papua pada tahun ini masih cukup tinggi, yakni 20 kematian per 1.000 kelahiran bayi. Sembilan wilayah itu terletak di daerah pegunungan tengah dan kepulauan di Papua.
Fakta ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai saat di Jayapura, Rabu (7/9/2016).
Ia menuturkan, sembilan kabupaten yang masih terdapat cukup kasus kematian bayi adalah Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Deiyai, Dogiyai, dan Waropen.
"Penyebab utama masih tingginya angka kematian bayi di sembilan wilayah itu karena terbatasnya SDM dan fasilitas yang menunjang imunisasi bayi seperti kotak penyimpan vaksin yang disebut Cool C," kata Aloysius.
Ada juga hasil positif di empat kabupaten di Papua dengan tingkat kematian bayi terendah, yakni Biak Numfor, Sarmi, Merauke, dan Keerom.
Di empat wilayah ini, tercatat rata-rata dua kasus kematian bayi per 1.000 kelahiran.
"Para petugas medis setempat terus berupaya untuk menurunkan kasus kematian bayi di empat wilayah ini," ujar Aloysius.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua memiliki sejumlah kegiatan untuk menurunkan kasus kematian bayi. Misalnya, kegiatan pendampingan langsung di lapangan secara rutin, penyediaan anggaran, dan memberikan penilaian secara transparan bagi setiap pejabat dinas kesehatan dari seluruh kabupaten di Papua ketika pelaksaan rapat kerja daerah.
Menurut Aloysius, ada hadiah satu unit mobil ambulans dari Dinkes Papua untuk dinas kesehatan di kabupaten atau kota yang meraih hasil terbaik dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Aloysius menambahkan, rata-rata kasus kematian bayi untuk tingkat Provinsi Papua pada tahun lalu adalah 8 kasus kematian per 1.000 kelahiran.
"Terjadi penurun drastis kasus kematian bayi pada tahun 2015 bila dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 32 kasus kematian per 1.000 kelahiran bayi," kata dia.

Sumber : www.kompas.com

About Karoba News

Powered by Blogger.