Berita

TPN-OPM Tak Mudah Mambentuk Atau Bergabung Ke Parpol Lokal

Ilustrasi Bendera OPM – Jubi
Jayapura, Jubi – Mantan Tapol/Napol Papua, Yusak Pakage menyatakan tak mudah Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) membentuk atau bergabung dengan partai lokal jika nantinya Papua bisa mendirikan partai lokal seperti di Aceh.
Pernyataan itu dilontarkan Yusak Pakage menanggapi apa yang disampaikan Ketua Badan Pembentukan Perdasi/Perdasus (BP3) DPR Papua, Yan Ayomi pekan lalu yang menyebut jika Papua sudah memiliki parpol lokal seperti di Aceh, OPM pun berkesempatan bergabung. Melalui parpol lokal mereka bisa memperjuangkan kepentingan daerah sesuai aturan pemerintah dan perundang-undangan.
“Ini jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politik pihak tertentu. Kalau memang nanti ada parpol lokal di Papua seperti di Aceh, tak bisa disamakan. Aceh lain. Papua itu wilayah dan jumlah pasukan TPN/OPM di Papua Barat besar. Tak bisa hanya mengambil keputusan dari satu orang atau satu komando,” kata Yusak Pakage ketika menghubungi Jubi, Selasa (23/8/2016).
Menurutnya, TPN/OPM memiliki wibawa, sehingga tak gampang bisa masuk ke parpol lokal begitu saja. Tak semudah yang dibayangkan karena mempertaruhkan harga diri dan nama baik TPN/OPM.
“Memang bisa saja, tapi mungkin itu pertimbangan yang di kota. Sedangkan di markas komando itu lain. Mereka punya wibawa yang lebih berharga dibanding kepentingan parpol Indonesia,” ucapnya.
Katanya, bicara organisasi TPN/OPM, bicara keselamatan bangsa yang besar. Jangan mengatasnamakan TPN/OPM atau Tapol/Napol. Ia menyebut, selama ini banyak pejabat yang “tipu-tipu” untuk kepentingan mereka.
“Kalaupun ada dan hanya dari satu markas itu hanya sepihak. Perlu melalui konferensi tingkat tinggi TPN/OPM baru bisa. Sekalipun ada keputusan dari markas-markas di daerah. Harus ada keputusan bersama beberapa markas TPN/OPM,” katanya.
Ketua BP3 DPR Papua, Jan L Ayomi mengatakan, nasionalisme di Papua tak seharusnya mematikan kearifan-kearifan lokal. Kepentingan nasional jangan mematikan kepentingan lokal di daerah.
Anggota Fraksi Golkar DPR Papua itu mengatakan, kepentingan nasional harusnya bertumbuh bersama kepentingan lokal. Untuk itu perlu ada partai politik (parpol) lokal di Papua yang bisa menampung dan memperjuangkan berbagai kepentingan lokal, seperti di Aceh.
Menurutnya, jika sudah ada parpol lokal di Papua, para mantan-mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) bisa terakomodir. Melalui parpol lokal mereka bisa memperjuangkan kepentingan daerah dalam sistem ketatanegaaraan Indonesia, sesuai mekanisme pemerintahan dan perundang-undangan.
“Masalah-masalah lokal bisa diperjuangkan melalui Parpol lokal. Sulit mengandalkan parpol nasional. Parpol nasional selalu berpegang pada konsep nasionalisme. Kepentingan daerah kadang kurang tarakomodir oleh Parpol nasional. Jadi ketika ada parpol lokal masalah-masalah daerah bisa diperjuangkan. Seperti di Aceh,” kata Jan Ayomi. (*)

Sumber : www.tabloidjubi.com

About Roy Karoba

Powered by Blogger.