Berita

Soal Penembakan, Gubernur : Mereka Sudah SMS Saya

Gubernur Papua Lukas Enembe – Jubi/Alex
Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe meminta jajaran pemerintahan yang ada di wilayahnya untuk tidak memanfaatkan atau mengatasnamakan kelompok sipil bersenjata (KSB) untuk kepentingan politik.  
“Jangan ada gerakan gerakan tambahan untuk kepentingan politik. Kalau kamu bikin gerakan tambahan, maka akan seperti ini,” kata Lukas Enembe kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (23/8/2016), menanggapi penembakan yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya terhadap salah satu karyawan PT AS Jaya beberapa waktu lalu.
Enembe tekankan, yang dibutuhkan pemerintah Papua adalah orang orang yang menyerahkan diri membawa senjata, tapi kalau hanya untuk bikin publikasi besar besaran, inilah dampaknya.
“Dari Mulia sampai Tiom itu satu kelompok, karena mereka memang pulang pergi. Mereka sudah sms saya yang isinya ‘kami orang biasa baru dipublikasikan kami ini OPM, kami mo tembak satu orang’. Ini yang mereka bilang lewat sms yang saya terima,” ujarnya.
“Jadi jangan ada pemerintah yang memanfaatkan anak anak ini untuk kepentingan politik,” tambahnya.
Enembe jelaskan, Papua adalah bagian dari NKRI, sehingga dirinya meminta masyarakat yang masih beseberangan untuk bergabung.
“Kalau kalian mau merdeka, tidak ada tempatnya di sini. Ini negara besar, jadi saya sarankan lebih bagus bergabung dan membangun. Apalagi tugas saya membangun dan mengubah orang Papua menuju kesejahteraan,” kata Enembe.
Menyinggung soal statement Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom yang mengatakan akan menghentikan pembangunan infrastruktur di wilayahnya karena adanya penembakan itu, Enembe katakan, kalau pembangunan di daerah tersebut sudah tidak ada, karena semua akses sudah dihubungkan.
“Kalau penembakan ini dilakukan kelompok bersenjata, maka itu tidak ada lain. Tapi kami tetap akan bangun terus,” tutupnya. (*)

About Roy Karoba

Powered by Blogger.