Berita

Jenazah Pelajar yang Ditembak Brimob di Sugapa Sudah Dimakamkan

Oktovianus Sondegau (duduk di pagar paling kanan), ayah kandung Otianus Sondegau (16) saat menunjukkan lokasi anaknya ditempat mati oleh Brimob di Sugapa. (Foto: Yoakim Mujizau)
Jayapura — Natalis Tabuni, Bupati Kabupaten Intan Jaya, Papua mengatakan, jenazah Otianus Sodengau (16), pelajar SMP Negeri Sugapa yang ditembak mati oleh anggota Brimob Detasemen C Biak pada 27 Agustus 2016 lalu telah dimakamkan di Sugapa, Intan Jaya, Papua.
“Jadi setelah kami tiba, kami sudah bicara dengan keluarga korban. Dan jenazahnya sudah dimakamkan hari ini. Terkait penembakan ini sendiri, untuk pelaku penembaknya, kami pemkab Intan Jaya, Wakapolda, Kapolres Paniai, Dandim Nabire, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan keluarga korban sudah sepakat untuk makamkan hari ini,” ungkap Tabuni saat menghubungi suarapapua.com dari Sugapa, Rabu (31/8/2016).
Tabuni menjelaskan, dirinya sebagai pimpinan daerah telah memberikan uang duka. Bukan uang untuk bayar kepala. Karena menurut dirinya, kalau bayar kepala itu selama ini dianggap sebagai masalah selesai. Sehingga itu terkesan memperpendek penyelesaian masalah melalui jalur hukum positif.
“Kami sudah berikan uang duka kepada keluarga korban. Itu berarti tidak bayar kepala. Hanya berian uang duka saja. Karena kalau bayar kepala, kami pemkab tidak punya anggaran. Jadi ini kami hanya berikan uang duka. Dan itu disetujui oleh keluarga korban,” katanya.
Tabuni juga mengatakan, ke depan, dirinya akan mendorong untuk penyelesaian kasus-kasus yang terjadi di intan jaya agar diselesaikan lewat jalur hukum positif yang berlaku di Indonesia. Bukan lagi melalui penyelesaian adat.
“Kedepan saya berkomitmen untuk semua masalah tidak lagi diselesaikan dengan hukum adat. Saya ingin agar kedepan harus selesaikan lewat jalur hukum positif. Untuk kasus ini yang pertama kali kami berikan uang duka saja. Bukan bayar kepala,” tegasnya.
Lanjut Tabuni, “karena Sugapa adalah barometer untuk distrik dan kampung lain di Intan Jaya. Maka apa yang dilakukan hari ini bisa jadi bahan dan pelajaran untuk kampung lain di Intan Jaya,” ungkap bupati Intan Jaya, yang juga mantan kepala dinas PU Kabupaten Intan Jaya ini.
Kata Tabuni, keluarga korban sudah bertemu dengan dirinya bersama dengan Wakapolda, Kapolres Paniai dan Dandim Nabire.
“Setelah ketemu kami, keluarga korban meminta agar dengan kematian Otianus, keluarga korban meminta supaya saudari perempuan dari keluarga korban yang saat ini duduk di kelas XII SMA supaya diterima jadi anggota Polri. Juga pihak korban meminta agar anak-anak asli Sugapa diterima menjadi anggota Polri maupun TNI. Dan itu sudah kami dengar. Kami akan usahakan untuk diterima di penerimaan di tahun mendatang,” jelasnya.(Arnold Belau)

Sumber :  www.suarapapua.com

About Karoba News

Media Online Seputar Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Pendikan, dan Kesehatan di Tanah PAPUA !
Powered by Blogger.