Berita

Legislator: Koordinator Demo Bara NKRI Harus Bertanggungjawab

Aksi Bara NKRI Kamis (2/6/2016) – (JUBI/ZA)
Jayapura – Legislator Papua, Wilhelmus Pigai meminta koordinator demo massa Barisan Rakyat Pembela (BARA) NKRI yang melakukan demo di halaman kantor DPR Papua, Kamis (2/6/2016) bertanggungjawab atas pemukulan terhadap seorang wanita, Hendrika Kowenip di ruas jalan Lapangan Trikora, Abepura yang diduga dilakukan oknum massa aksi.
Anggota Komisi I DPR Papua bidang Politik, Keamanan, Hukum dan HAM itu mengatakan, pihaknya sangat menghargai aksi demo itu. Namun yang tak bisa diterima lantaran ada peristiwa pemukulan kepada salah seorang warga yang diduga dilakukan oknum massa aksi.
“Koordinatornya harus bertanggungjawab. Dia tak mampu mengendalikan massanya. Tujuan demo damai itu dikotori oleh orang-orang yang memperkeruh keadaan,” kata Wilhelmus Pigai, Jumat (3/6/2016).
Politisi Hanura itu mendesak kepolisian segera menyelidiki, mencari, menangkap dan memproses hukum pelaku pemukulan. Menurutnya, hukum harus ditegakkan. Siapapun dan dari kelompok manapun dia. Jangan ada diskriminasi hukum yang bisa menghilangkan kepercayaan rakyat.
“Polda segera menyelidiki oknum yang memukul korban. Kejar provokatornya. Misi demo damai, tapi ada oknum yang mengotorinya. Saya anggap oknum itu yang memprovokasi. Ini yang harus dicari. Polisi jangan diam, tangkap otak yang melakukan pemukulan. Kami mau melihat apakah hukum benar-benar ditegakkan,” ucapnya.
Katanya, DPR Papua selalu menyakan, kantor parlemen setempat merupakan rumah rakyat. Apapun itu aspirasinya, sebagai wakil rakyat pihaknya wajib menerima. Namun yang diminta pihaknya, tuntutan apapun itu harus dilakukan dangan cara terhormat dan damai. Tanah Papua ini tanah damai, jangan ada pertumpahan darah dan anarkis.
“Apa yang mereka lakukan kami hargai. Tapi yang mengotori itu yang diproses. Kapolda segera perintahkan anggotanya mengejar pelaku. Kalau saja ketika aksi itu ada respon dari pihak lain, bisa terjadi gesekan. Ini harus dihindari,” katanya.
Kamis (2/6/2016), ribuan massa yang menamakan diri BARA NKRI demo damai di DPR Papua. Beberapa poin yang dituntut massa yakni pembubaran keberadaan organisasi yang mendukung Papua Merdeka.
Namun sebelum sampai dititik tujuan utama, Kantor DPR Papua, ada oknum massa yang ketika itu berkumpul di Lapangan Trikora, Abepura melakukan pemukan kepada Hendrika Kowenip. Akibatnya, korban mengalami luka memar dan luka dibagian punggung dan wajah.
Sementara Komnas HAM Perwakilan Papua menyatakan menerima dua pengaduan korban penganiayaan dan pemukulan yang diduga dilakukan massa BARA NKRI.
“Pengaduan pertama oleh korban Hendrika Kowenip. Korban mengaku dipukul dipukul di Lapangan Trikora. Korban kedua empat orang ibu-ibu di Polimak, Kota Jayapura. Mereka mengaku dilempari batu dan botol air mineral,” kata Kepala Kantor Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey. (*)

About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.