Berita

Indonesia Keberatan ULMWP Hadir Dalam Pertemuan MSG

Delegasi anggota MSG berfoto bersama usai pertemuan
para menteri di Laoutoka, Fiji (Jumat/16/6/2016).
Tampak dalam foto, delegasi Indonesia, Desra Percaya (paling kiri)
 dan delegasi ULMWP, Rex Rumakiek (paling kanan) – Sekretariat MSG
Jayapura – Untuk pertama kalinya, delegasi bangsa Papua yang diwakili oleh United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) berada dalam satu meja yang sama dengan delegasi Indonesia di forum resmi Melanesia Spearhead Groups (MSG).
ULMWP saat ini berstatus anggota pengamat dan Indonesia sebagai anggota asosiasi. Keduanya saat ini mendaftar sebagai anggota penuh di kelompok negara-negara regional Melanesia ini. Keputusan untuk baik ULMWP maupun Indonesia ini akan diputuskan dalam pertemuan para Kepala Negara MSG bulan Juli mendatang di Honiara.
Milner Tozaka, Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon memuji peran MSG dalam menghadirkan dua pihak yang berkonflik ini. Ia mengakui, awalnya Indonesia menolak kehadiran ULMWP dalam pertemuan para menteri dan pejabat senior yang diselenggarakan di Lautoka, Fiji pekan ini.
“Indonesia keberatan menerima perwakilan orang Papua dalam pertemuan pejabat senior, sebelum pertemuan para menteri luar negarei. Namun saya menegaskan pentingnya dua belah pihak, balk Indonesia maupun ULMWP untuk berpartisipasi dalam setiap pertemuan,” kata Tozaka, Jumat (17/6/2016).
Keberatan Indonesia ini, menurutnya karena Indonesia beranggapan Papua telah diwakili oleh delegasi Indonesia dalam pertemuan di Lautoka ini.
Melalui saran pers Kementerian Luar Negeri, Jumat (17/6/2016) Indonesia menjelaskan penolakan atas klaim ULMWP yang disebut sebagai gerakan separatis.
“ULMWP adalah gerakan separatis di negara yang berdaulat. Gerakan ini tidak memiliki legitimasi dan tidak mewakili rakyat Papua Barat,” kata Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Desra Percaya dalam pertemuan Tingkat Menteri Melanesian Spearhead Group (MSG).
Indonesia telah melobi intens beberapa negara anggota penuh MSG di wilayah ini untuk melawan upaya ULMWP menjadi anggota penuh di MSG. Namun dukungan akar rumput di negara-negara Melanesia untuk penentuan nasib sendiri Papua Barat dan kegiatan diplomasi internasional atas masalah Papua ini semakin kuat.
Utusan khusus Kepulauan Solomon untuk Papua Barat, Rex Horoi, menggambarkan proses ini sebagai awal dari proses lama yang telah didorong oleh MSG.
Dia mengatakan MSG ingin menyediakan platform untuk Indonesia dan ULMWP agar melakukan dialog terbuka dan transparan tentang pelanggaran hak asasi manusia yang sedang berlangsung dan masalah yang dihadapi orang Melanesia di Papua, Indonesia.
Amatus Douw, anggota delegasi ULMWP mengakui proses menjadi anggota penuh cukup rumit.
“Tapi saya percaya Sekretariat MSG telah bekerja keras untuk membuat kriteria keanggotaan dari pengamat ke anggota penuh,” katanya. (*)

About Roy Karoba

Powered by Blogger.