Aksi

Gubernur dan Ketua DPRP Dituding Sebagai Orang Dibelakang Aksi Demonstrasi

Carolus Bolly, Wakil Ketua I DPD PD-Doc Jubi
Jayapura – Gubernur Papua dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) dituding sebagai orang yang berada di belakang kelompok tertentu yang melakukan aksi demonstrasi belakangan ini. Hal ini diduga dialamatkan oleh para pelaku yang memukuli Henderika Kowenip (Wakil Koord. Bid. Pemerintahan Daerah & Penguatan Otsus DPD PD Papua) pada Kamis, (2/6/2016) sekitar pukul 09.00 WIT, di ruas jalan Lapangan Trikora Abepura.
Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua Carolus Bolly mengatakan pihaknya mengutuk keras sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah melakukan pemukulan terhadap Henderika Kowenip, sehingga menyebabkan memar dan luka luka pada punggung dan wajah.
“Visum et Repertum yg dilakukan oleh Pihak RSUD Dok II Jayapura akan lebih menjelaskan secara detail luka luka yang dialami oleh Saudari Henderika,” kata Carolus Bolly melalui rilis persnya kepada Jubi, di Jayapura, Kamis (2/6/2016).
Menanggapi itu, ujar Carolus, pihaknya meminta aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Polda Papua dan Polresta Jayapura untuk segera mengusut, mengejar dan menangkap para pelaku kejahatan ini.
“Kami sangat berharap pelaku diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan perbuatan mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ucapnya.
Terkait adanya tudingan para pelaku yang menarik korban dari atas motor lalu memukul korban dengan tangan, kayu dan menginjak-injak korban sambil mengeluarkan tuduhan kepada Bapak Lukas Enembe dan Yunus Wonda sebagai pemimpin daerah Papua yang berada di belakang kelompok tertentu yang melaksanakan demo-demo, Carolus tegaskan, Lukas Enembe adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua dan Yunus Wonda adalah Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Provinsi Papua. Dalam kedudukan beliau berdua saat ini sebagai Gubernur Provinsi Papua dan Ketua DPR Papua, maka sebagai pemimpin sudah pasti berada di depan (Ing Madya Mangun Karso), di tengah (Ing Ngarso Sung Tulodo) dan di belakang (Tut Wuri Handayani) daripada seluruh lapisan masyarakat Papua tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan maupun kelompok kelompok tertentu.
“Sebagai pemimpin daerah Papua, sudah pasti wajib hukumnya beliau berdua memperhatikan, mengakomodir dan melayani seluruh kepentingan dan dinamika masyarakat yang hidup di seluruh wilayah Provinsi Papua, dengan terus berupaya menjaga ketenangan, ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat Papua seluruhnya.
Hal senada dilontarkan Wakil Ketua II DPD Partai Demokrat Papua Habel Rumbiak. Dirinya mengatakan dinamika politik yang berkembang belakangan ini, Bapak Lukas Enembe dan Yunus Wonda tetap meminta agar pelaksanaan demo demo hendaknya wajib memenuhi ketentuan perundangan-undangan yang berlaku dalam bingkai NKRl serta tidak melakukan tindakan anarkis.
“Perbedaan pandangan politik antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, patut dihormati, namun perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi sarana untuk memecah belah dan mengadu-domba rakyat Papua antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan,” kata Rumbiak.
Dia menambahkan persatuan dan kesatuan serta ketertiban, keamanan dan kedamaian hendaknya tetap kita jaga bersama sama sebagai penciptaan situasi yang kondusif untuk terus melanjutkan tugas dan karya. “Ini semua dalam rangka mewujudkan gerakan pembangunan menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” ucapnya. (*)


About Roy Karoba

Life for Us
Powered by Blogger.