Berita

Empat Distributor Di Merauke Jual Pangan Kedaluwarsa

Petugas BPOM Perwakilan Merauke sedang memeriksa
minuman dalam kardus yang sudah kedaluarsa. Jubi/Frans L Kobun
Merauke  Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)  selama beberapa pekan terakhir di tujuh distributor, ditemukan empat distributor menjual beberapa kebutuhan seperti mie instan maupun minuman telah  kedaluwarsa atau sudah lewat batas waktu penggunaan.
Kepala BPOM Perwakilan Merauke, Harry Baan kepada Jubi di ruang kerjanya Senin (20/6/2016) mengatakan, beberapa jenis kebutuhan itu, disimpan secara bersamaan dengan barang-barang lain. Padahal, sudah kedaluwarsa dan tak layak dijual lagi kepada konsumen. Terhadap tujuh distributor tersebut, telah diberikan teguran lisan hingga dipanggil ke kantor membuat surat pernyataan tertulis.
Jika mengulangi perbuatan kembali, akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Yakni, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan akan diterapkan. “Ya, itu langkah terakhir  dilakukan jika masih ada distributor membandel dan tetap menjual makanan maupun minuman kedaluwarsa,” tegasnya.
Ditegaskan, mulai hari ini, akan dilakukan sidak di sejumlah toko maupun swalayan serta kios-kios. Jika ditemukan ada yang menjual  sejumlah kebutuhan sudah kedaluwarsa,  diberikan sanksi. “Saya tidak main-main dalam menerapkan dan menegakan aturan,” ujarnya.
Ditambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan maupun minuman yang dijual di sejumlah tempat menjelang buka puasa. “Kita sudah lakukan dan dari 50 sampel makanan dan minuman diambil  dan diteliti, tak ditemukan ada yang mengandung bahan zat kimia. Semua layak dikonsumsi,” tuturnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke, Beny Malik menambahkan, dalam operasi, BPOM selalu melibatkan beberapa stafnya. Sehingga bisa dilihat serta diteliti dengan baik makanan maupun minuman yang dijual.
“Memang ada beberapa tahapan diberikan baik kepada distributor maupun penjual di toko maupun swalayan jika  ditemukan makanan maupun minuman kedaluwarsa. Teguran lisan hingga tertulis dilakukan,” katanya. (*)

About WP News

Powered by Blogger.