Aksi

Demo Bara NKRI, Aktifitas Ekonomi Sentani Lumpuh, Pedagang Kesal

Massa aksi BARA NKRI yang menuju Jayapura dari arah Sentani, Kamis (2/6/2016) _ Jubi/Engelbert Wally
Sentani – Aksi Demo yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan Barisan Rakyat Pembela NKRI (BARA NKRI) di Kota Sentani berdampak pada aktifitas umum yang ada di kota ini. Salah satunya adalah aktifitas jual beli di Pasar Pharaa, Sentani.
Nyaris tak ada penjual dan pedagang di pasar terbesar di Kabupaten Jayapura ini.
Wakil Ketua II DPR Kabupaten Jayapura menyayangkan hal tersebut, menurutnya aksi yang dilakukan saat ini walaupun sehari saja tetapi telah mengganggu aktifitas masyarakat lainnya.
“Kasihan masyarakat yang tidak terlibat did alam aksi tersebut. Masih banyak orang yang membutuhkan kebutuhan ekonomi, sandang, pangan yang harus dipenuhi pada hari ini. Aksi seperti ini jelas sangat mengganggu kenyamanan masyarakat yang lain, sekalipun ada himbauan dan informasi yang disampaikan lebih dulu,” tegas Kornelis Yanuaring Wakil Ketua II DPR Kabupaten Jayapura di kantornya, Kamis (2/6/2016).
Kata politisi PDI Perjuangan ini, aksi yang dilakukan ini seharusnya tidak merugikan banyak pihak.
“Apakah dengan melakukan aksi ini lalu masyarakat kita akan sejahtera? Saya tidak mengatakan bahwa aksi ini tidak boleh dilakukan. Tetapi aksi yang dilakukan saat ini dampaknya juga harus dirasakan oleh semua masyarakat, jangan sampai ada yang dikorbankan,” jelasnya.
Sementa itu, Markus salah satu masyarakat Sentani Kota yang hendak ke Pasar Pharaa untuk belanja mengatakan kondisi pasar Pharaa sejak pagi sangat minim penjual, Bahkan sebagian besar kios dan tempat jualan tertutup.
“Katanya, semua pedagang di pasar ini sebagian besar ikut demo, makanya tempat jualan juga tidak dibuka. Pembeli juga sama sekali tidak seperti biasanya,” kata warga yang tinggal di jalan Dunlop Hawai ini.
Ditempat terpisah, Aliyudin salah satu pedagang di pasar tersebut mengaku sangat kesal dengan aksi yang dilakukan ini. Sebab barang dagangan yang dijual tidak ada yang laku dibeli.
“Yang jelas sebagai pedagang kami merasa rugi, karena tidak ada pembeli yang datang ke pasar ini sejak pagi. Kami kuatir kalau kondisi ini terus berlanjut akan berdampak kepada sistem ekonomi kami, bahkan daerah ini,” kata Aliyudin. (*)

About WP News

Powered by Blogger.