Aktivis

Steven Itlay Diisolasi dan Jam Besuknya Hanya 10 Menit

Jayapura — Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat, Agus Kossay kepada suarapapua.com mengungkapkan, kondisi steven tidak aman. Karena diisolasi di ruangan tanpa ventisali dan yang susah dapat udara dan tertutup, selain itu jam besuk untuk Steven dan Yus Wenda hanya dibatasi 10 menit.
“Jam besuk untuk tahanan di penjara biasanya bisa sehari penuh. Tetapi untuk Steven dan Yus hanya dibatasi sampai 10 menit. Ini aneh. Selain itu kelaurga yang mau datang bersuk juga sangat dibatasi. Sejak dua minggu lalu, Steven juga mengeluh sakit. Kondisinya di penjara sangat tidak terjamin,” ungkap Agus Kossay kepada suarapapua.com, pada Kamis (26/5/2016) dari Jayapura.
Menurut Kossay, Steven tidak melakukan kejahatan apa pun. Tetapi di penjara ia diperlakukan berbeda dan itu sangat diskriminatif. Keluarga juga tidak diberikan akses untuk besuk Steven.
“Seteven tidak melakukan kejahatan apa pun. Tetapi di penjara Steven diperlakukan seperti teroris dan penjahat. Bahkan kelaurga yang besuk saja tidak bisa. Sudah berikan waktu hanya 10 menit, tidak bisa dibesuk oleh keluarga. Hanya satu atau dua orang saja yang bisa besuk. Saat jam besok, diawasi juga sama petugas. Negara ini makin aneh. Kami minta agar steven dan Yus dibebaskan tanpa syarat. Tidak ada unsur makar maupun kejahatan yang mereka buat,” jelas Kossay.
Sebelumnya, aktivis KNPB Timika, Sony Tabuni melaporan, Steven sedang mendekam di rumah tahanan (Rutan) Brimob Mimika di Mile 32, kondisi Ketua Komite Nasional Papua Barat  (KNPB) Wilayah Timika, Steven Itlay dilaporkan semakin memburuk. Ia mengalami gangguan kesehatan akibat ruangan penjara yang buruk. Sementara itu aparat kepolisian membatasi akses bagi keluarga dan kerabat untuk mengunjunginya.
“Ia terlihat sangat pucat, badannya lemas, kurang darah, dan dadanya sakit-sakit, lalu akses ke sana sangat dibatasi oleh aparat,” kata Sonny Tabuni, salah satu pengurus KNPB Timika saat dihubungi suarapapua.com, siang ini, Senin (16/5/2016) lalu.
Menurut Sonny yang baru menjenguk Steven Itlay pada Jumat, (13/5/2016) lalu, Steven diisolasi dalam ruangan yang tidak layak. Ia dikurung dalam ruangan tanpa sinar matahari. Padahal, menurut Sonny dia bukanlah tahanan kriminal atau teroris.
Sementara itu, Gustav Kawer, pengacara Steven Itlay membenarkan yang dikatakan Kossay. Steven menerima porsi waktu jauh dari aturan yang ada. Menurut aturan, tahanan punya waktu besuk dari jam 9 pagi hingga 12 siang tetapi Itlay tidak medapatkan itu.
“Benar, Steven hanya dapat sepuluh menit,”ungkap Kawer kepada Jurnalis Jubi di Abepura pada 21 Mei 2016.
Gustav menambahkan, polisi juga melarang Steven berkomunikasi dengan bahasa daerah. Pengunjung hanya diperbolehkan mengunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi dengan Itlay.
“Keluarga yang berkunjung dilarang mengunakan pakai bahasa Dani,” ungkap Kawer seperti diansir Jubi pada Rabu (25/5/2016) kemarin.
Kata dia, kondisi fisik Steven makin menurun di tahanan. Terlebih kulitnya makin pucat lantaran berada di ruang tertutup dan pola makannya. Steven makan hanya dua kali dalam sehari. siang dan sore. “Pagi Steven tidak diberi makan,” tegasnya.

About WP News

Powered by Blogger.