Adat

Peringati Harkitnas, Masyarakat Adat Papua Demo Perusahaan Sawit

Demo masyaralat adat Papua (foto:Chanry/iNews)
Sorong - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Sorong, Papua, diwarnai dengan aksi demo masyarakat adat menolak ekspansi perusahaan sawit, di Kabupaten Sorong.
Dalam aksinya, masyarakat adat melakukan long march menuju kantor DPRD Sorong, dan melakukan orasi secara bergantian. Mereka juga membawa poster dan spanduk yang berisi protes atas keberadaan perusahaan sawit yang meresahkan.
Masyarakat adat ini berasal dari Suku Moi yang merupakan pemilik hak ulayat tanah adat di wilayah Sorong. Demo dimulai dengan orasi di depan Alun-alun Aimas, kemudian dilanjutkan dengan long march menuju ke DPRD.
Yang membuat demo ini tampak menarik, peserta yang jumlah mencapai puluhan orang itu menggunakan pakaian adat dan mennyayikan lagu-lagu daerah Papua dengan diiringi alat musik tradisional Papua.
Dalam orasinya, pendemo mengayakan ada tiga perusahaan sawit yang sedang beroprasi di wilayah Sorong. Ketiga perusahaan tersebut diantaranya PT Mega Mustikan Plantation, PT Henrizon Inti Persada, dan PT Inti Kebun Sejahtera.
Mereka menuntut pemerintah setempat segera mencabut izin perusahaan, karena keberadaan perusahan tidak menghasilkan perbaikan kesejahteraan terhadap masyarakat sekitar.
Terlebih, hutan adat masyarakat malah dirusak dengan diubah menjadi perkebunan sawit yang sangat tidak berpihak kepada masyarakat lokal sebegai pemilik hak ulayat.
Puluhan warga ini mengancam jika aspirasinya tidak ditindaklanjuti pihak DPRD Sorong, maka mereka akan membawa massa yang lebih banyak untuk melakukan aksi penolakan terhadap ketiga perusahaan sawit.
Usai menyampaikan aspirasinya, puluhan pendemo ini membubarkan diri dengan tertib. Demo ini dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Sorong. (san)


Sumber : www.sindonews.com

About WP News

Powered by Blogger.